BERITAPRESS.ID, LAHAT | Yayasan Mitra Hijau (YMH) bekerja sama dengan Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Palembang menyelenggarakan Pelatihan Strategi Pemasaran dan Digital Marketing bagi komunitas dan pelaku UMKM di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Santika Lahat pada 20 Mei 2026 itu merupakan bagian dari rangkaian penguatan kapasitas masyarakat setelah sebelumnya dilaksanakan pelatihan manajemen keuangan bagi komunitas dan pelaku UMKM.
Pelatihan ini dilaksanakan dalam kerangka Program International Climate Initiative – Just Energy Transition (IKI-JET) atau Innovation Regions for a Just Energy Transition dengan dukungan pendanaan Pemerintah Jerman.
Program tersebut mendorong pendekatan transisi energi berkeadilan (Just Energy Transition) yang menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam transformasi ekonomi menuju pembangunan rendah karbon yang inklusif dan berkelanjutan.
Sebanyak 30 peserta yang tergabung dalam Forum Serelo Green dan Forum Perempuan Energi Berkeadilan Sumatera Selatan mengikuti kegiatan ini. Para peserta berasal dari komunitas pemuda, pelaku UMKM, kelompok perempuan, serta organisasi lintas agama di wilayah Kabupaten Lahat.
Kegiatan dibuka oleh Field Coordinator Yayasan Mitra Hijau, Ressy Tri Mulyani, yang menekankan pentingnya penguatan ekonomi lokal dan peran UMKM dalam mendukung transisi energi berkeadilan.
Menurutnya, pengembangan usaha masyarakat yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan menjadi salah satu kunci penting dalam menciptakan sumber penghidupan alternatif di tengah perubahan ekonomi global menuju ekonomi hijau.
Paparan mengenai penguatan ekonomi berbasis masyarakat juga disampaikan oleh Prof. Ir. Erna Yuliwati, M.T., Ph.D., IPU, ASEAN-Eng.
Dalam materinya, ia menjelaskan bahwa transisi energi bukan hanya persoalan perubahan sistem energi, tetapi juga transformasi sosial dan ekonomi yang harus melibatkan masyarakat secara aktif agar tidak menimbulkan ketimpangan baru.
“UMKM dan komunitas lokal memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi daerah sekaligus katalisator pembangunan inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, narasumber dari BSPJI Palembang, Fikry Fajryn dan Muhammad Labib Gustmano, memberikan materi mengenai konsep dasar manajemen pemasaran, segmentasi pasar, strategi positioning produk, bauran pemasaran, hingga pemanfaatan digital marketing dan media sosial untuk mendukung pengembangan usaha.
Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai strategi pengelolaan media sosial, penyusunan konten promosi digital, pemanfaatan marketplace, hingga analisis dan evaluasi kinerja pemasaran guna memperluas akses pasar produk lokal secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para pelaku UMKM dan komunitas lokal mampu meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat daya saing produk, serta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana promosi dan pemasaran.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan ekonomi masyarakat yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan dalam mendukung implementasi transisi energi berkeadilan di tingkat lokal.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Selain sesi pelatihan dan diskusi, kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antar komunitas, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan dalam memperkuat jejaring pengembangan ekonomi lokal di Kabupaten Lahat.
Para peserta menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Yayasan Mitra Hijau atas pelatihan yang dinilai sangat bermanfaat dan aplikatif. Kehadiran sesi praktik langsung menjadi salah satu bagian yang paling membantu peserta dalam memahami strategi pemasaran digital dan pemanfaatan media sosial untuk pengembangan usaha.
Peserta mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru terkait digital marketing, mulai dari cara membuat konten promosi, memanfaatkan marketplace, hingga penggunaan media sosial sebagai sarana pemasaran produk.
Bagi sebagian peserta yang sebelumnya masih terbatas dalam penggunaan teknologi digital, pelatihan ini memberikan pengalaman dan kepercayaan diri baru untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi serta lebih siap memasarkan produk secara modern dan kompetitif. (Novi)



























































