BERITAPRESS.ID, PALEMBANG | Menjelang Idul Fitri 1447 H, pemerintah memastikan kesiapan pasokan energi nasional, baik dari sektor bahan bakar minyak (BBM) maupun kelistrikan, tetap aman. Hal ini disampaikan dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII DPR RI di Palembang, Rabu (11/3), yang membahas kesiapan energi menghadapi Ramadan dan mudik Lebaran.
Kunjungan ini juga menyoroti dinamika geopolitik global, termasuk ketegangan di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi harga minyak dunia dan berdampak pada perekonomian Indonesia.
Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM, Sentot Harijady, mengatakan secara nasional pasokan BBM berada dalam kondisi aman. Pertamina saat ini memiliki cadangan operasional sekitar 30 juta barel yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 21 hari operasional.
“Distribusi BBM untuk menghadapi Idul Fitri telah disiapkan di seluruh wilayah Indonesia. Namun beberapa daerah yang masih dalam pemulihan pascabencana memerlukan perhatian khusus,” ujar Sentot.
Dari sektor kelistrikan, Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Wanhar, menyampaikan bahwa pasokan listrik di wilayah Sumatera Selatan dan sekitarnya dalam kondisi cukup, meski beberapa jalur transmisi di Sumatera masih menjadi perhatian.
Sementara itu, Direktur Distribusi PT PLN (Persero), Arsyadhani Akmala Putri, memastikan kesiapan sistem kelistrikan nasional dalam kondisi sangat siap. PLN memiliki kapasitas pembangkit 52 gigawatt (GW) dengan proyeksi beban selama masa siaga Idul Fitri sebesar 35 GW, sehingga tersedia cadangan daya 17 GW atau sekitar 48 persen.
Dalam masa siaga ini, PLN mengerahkan 72 ribu personel teknis yang didukung ribuan kendaraan operasional, serta menyiagakan genset mobile, gardu bergerak, dan UPS di berbagai lokasi vital seperti bandara, stasiun, pelabuhan, dan rumah sakit.
“Seluruh infrastruktur kelistrikan telah disiapkan secara matang untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan Ramadan dan merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman,” ujar Arsya.
Di wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu, General Manager PLN UID S2JB, Adhi Herlambang, memastikan kondisi sistem kelistrikan sangat aman.
“Ketersediaan daya mencapai 5.212 MW dengan beban puncak sekitar 1.709 MW, sehingga terdapat cadangan daya sekitar 2.503 MW atau 168 persen dari kebutuhan,” jelas Adhi.
PLN UID S2JB juga menyiagakan 3.213 personel teknik di 55 posko siaga, serta menyiapkan gardu mobile, genset, dan UPS untuk menjaga keandalan pasokan listrik di 81 lokasi vital dan VVIP.
Untuk mendukung pemudik pengguna kendaraan listrik, PLN UID S2JB menyediakan 83 EV charger roda empat dan 40 EV charger roda dua di 64 lokasi, termasuk beberapa titik di sepanjang ruas Tol Lampung–Palembang.
Dengan kesiapan tersebut, pemerintah dan PLN memastikan pasokan energi selama Ramadan dan Idul Fitri tetap aman dan andal bagi masyarakat. (*)















































