BERITAPERSS, ID OKU Selatan — Di tengah dinamika distribusi energi bersubsidi di berbagai daerah, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan mengambil langkah cepat dengan menggelar Operasi Pasar (OP) LPG 3 kilogram pada Senin (2/3/2026).
Intervensi ini menyasar dua kecamatan, Muaradua dan Kisam Ilir, sebagai bagian dari strategi pengendalian harga dan perlindungan daya beli masyarakat.
Sebanyak 1.120 tabung LPG 3 kg disalurkan di Kantor Camat Muaradua dengan harga Rp18.500 per tabung. Sementara itu, 560 tabung lainnya didistribusikan di Kantor Camat Kisam Ilir dengan harga Rp22.500 per tabung.
Perbedaan harga tersebut disesuaikan dengan struktur biaya distribusi dan jarak tempuh pengiriman, sehingga tetap dalam koridor kebijakan yang berlaku.
Langkah ini mencerminkan peran aktif pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas energi rumah tangga, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang sangat bergantung pada LPG bersubsidi.
Operasi pasar tidak hanya menjadi solusi jangka pendek atas potensi gejolak harga, tetapi juga instrumen pengawasan distribusi agar pasokan tetap terkendali dan tepat sasaran.
Bupati OKU Selatan, Abusama, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan membiarkan masyarakat terdampak oleh fluktuasi pasokan maupun praktik distribusi yang tidak sehat.
“ Pemerintah harus hadir ketika kebutuhan dasar masyarakat berpotensi terganggu. Operasi pasar ini adalah bentuk tanggung jawab kami untuk memastikan LPG 3 kg tetap tersedia dengan harga terjangkau, ” tegasnya.
Pengamanan dari jajaran Polres OKU Selatan turut memastikan pelaksanaan berjalan tertib dan kondusif. Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk membeli sesuai kebutuhan dan menghindari penimbunan agar distribusi tetap merata.
Operasi pasar akan dilanjutkan ke sejumlah kecamatan lain sesuai jadwal yang telah ditetapkan, dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Pemerintah Kabupaten OKU Selatan menegaskan komitmennya menjaga stabilitas pasokan dan harga LPG 3 kg secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan ekonomi daerah.(SR)













































