BERITAPRESS.ID, LAHAT | Pemerintah Kabupaten Lahat bersama manajemen PT Supreme Energy Rantau Dedap menggelar rapat koordinasi terkait rencana pembangunan akses jalan dari simpang Tiga Batu Surau menuju Desa Tunggul Bute hingga ke area operasional perusahaan. Rapat berlangsung di Oproom Pemkab Lahat, Selasa (25/2/2026).
Rapat dipimpin Asisten I Setda Lahat, Rudi Thamrin SH, MM, mewakili Wakil Bupati Lahat Widya Ningsih SH, MH, dan dihadiri Wakapolres, Wakil Dandim 0405, Kadis PUPR, Kabag Hukum, manajemen PT Supreme yang hadir langsung maupun virtual dipimpin Hazairadi, perwakilan PT SERD Site Support, Camat Kota Agung, Kades Karang Endah, Kades Tunggul Bute, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.
Rudi Thamrin menjelaskan, pembangunan akses jalan sepanjang kurang lebih 12 kilometer dengan lebar 4,5 hingga 5 meter tersebut merupakan aset Pemkab Lahat dan bukan sengaja molor.
Ia menegaskan bahwa proses pembangunan harus melalui tahapan “clear and clean” agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Bahwa pembangunan akses jalan dimulai dari simpang Tga Batu Surau hingga ke desa Tunggal Bute yang merupakan Aset Pemkab itu bukan disengaja dan molor waktu, jalan sepanjang kurang lebih 12 km lebarnya 4,5 hingga 5 meter harus Clear and Clean agar tiada lagi permasalahan dikemudian waktu dan masyarakat harus menikmati’ nya dengan baik tanpa adanya permasalahan dikemudian hari,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Lahat, Mirza Azhari ST, MSi, berharap proses pembangunan jalan benar-benar sesuai standar dan fungsinya.
Ia menekankan agar konstruksi jalan tidak menggunakan cor cetakan pabrik maupun hotmix, melainkan cor beton sesuai standar pembangunan.
“Proses pembangunan jalan yang diperuntukkan kepada masyarakat yang melalui Akses ini harus sesuai dengan fungsinya dan tidak sembarang ( bukan cor cetakan buatan pabrik) dan hendaknya harus Clear and Clean kepada warga yang punya tanah . Jalan harus cor beton dan bukan hotmik ( standar pembangunan ) paling lambat pengerjaan selama tujuh hari,” katanya.
Di sisi lain, Camat Kota Agung, Sunandar ST, MM, menyampaikan bahwa wilayah tersebut telah disurvei bersama, namun masih terdapat kendala hibah lahan selebar 6,5 meter.
“Kondisi terakhir wilayah tersebut sudah disurvey bersama, namun ada kendala terkait hibah 6,5 meter,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar pembangunan dilakukan sebaik mungkin dengan cor beton, bukan aspal.
“Terkait penghibaan tanah warga yang bersertifikat ada sekitar 3 orang warga yang tidak mau menandatangani surat kesepakatan. Harapan kami dijalur yang sangat sempit itu, Pemkab Lahat akan terus berupaya untuk melakukan jalan harus memenuhi syarat-syarat,” ujarnya.
Kepala Desa Karang Endah turut membenarkan adanya persoalan lahan sepanjang 280 meter yang belum tuntas sejak lama.
“Permasalahan tanah dari dahulu belum selesai sepanjang 280 meter namun hanya segelintir warga yang tidak mau menandatangani atau menyetujui mereka adalah syarip wani, Damhuri dan Kadirman,” katanya.
Pihak PT Supreme Energy Rantau Dedap memastikan pembangunan akan dilakukan secara bertahap mulai tahun 2026 hingga 2028. Program ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan konektivitas wilayah, mendukung aktivitas masyarakat, serta memperkuat sinergi antara Pemkab Lahat dan perusahaan.
Laporan : Tian










































