BERITAPRESS.ID, BANDUNG| Lebih dari 1.200 keluarga berpenghasilan rendah di Kota Bandung akan segera memiliki hunian baru setelah pemerintah menyiapkan pembangunan rumah susun (rusun) setinggi 20 lantai di kawasan Sadang Serang. Proyek ini menjadi solusi vertikal bagi keterbatasan lahan di kota yang terus padat.
Lahan yang akan dibangun merupakan milik Pemerintah Kota Bandung, dengan kapasitas sekitar 1.208 unit hunian.
Setiap lantai dirancang efisien agar beberapa keluarga dapat tinggal nyaman tanpa mengurangi kualitas hunian dan akses fasilitas publik. Pemerintah menekankan proyek ini juga mempertimbangkan sarana transportasi, drainase, dan lingkungan sekitar agar tidak menambah tekanan pada infrastruktur kota.
Pembangunan tower vertikal ini diproyeksikan meredam kebutuhan hunian MBR yang selama ini sulit terpenuhi. Dengan pendekatan hunian vertikal, pemerintah berharap mampu menyediakan rumah yang terjangkau sekaligus menjaga tata ruang kota tetap rapi dan efisien.
Dukungan pembiayaan menjadi salah satu fokus utama. Pemerintah Kota dan Pemerintah Provinsi menyiapkan subsidi terintegrasi untuk memastikan harga hunian tetap terjangkau.
Skema ini juga dirancang agar proyek dapat berjalan berkelanjutan tanpa membebani anggaran daerah.
Menjelang proses pembangunan, pemerintah meninjau lokasi secara langsung dan memetakan ekosistem di sekitar kawasan Sadang Serang.
Hal ini dilakukan agar proyek dapat tepat sasaran dan bermanfaat bagi warga yang memenuhi kriteria.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, dan Wali Kota Bandung Farhan menegaskan rusun akan diperuntukkan bagi masyarakat yang belum memiliki rumah, berpenghasilan rendah, dan memiliki penghasilan tetap.
Farhan menambahkan bahwa pemerintah daerah akan memastikan proses pembangunan dan pembiayaan berjalan cepat dan transparan.
Saat rusun itu rampung nanti, warga Sadang Serang dapat nyaman dikehidupan barunya tinggal di tower 20 lantai, anak-anak bermain di area terbuka, keluarga menata rumah mungil mereka, dan tetangga bertetangga di ruang vertikal yang terstruktur.
Hunian ini bukan sekadar beton tinggi, tetapi awal dari kehidupan kota yang lebih teratur, efisien, dan layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.(***)/one










































