BERITA PRESS, JAKARTA | Warga Indonesia kini bisa menerima peringatan tsunami hanya dalam beberapa menit berkat sistem kecerdasan buatan (AI) baru dari BMKG.
Sistem ini menganalisis data dari ribuan sensor seismik secara real-time dan langsung mengirim notifikasi ke ponsel melalui aplikasi InfoBMKG.
Simulasi gempa besar di Selat Sunda memperlihatkan kemampuan sistem untuk memprediksi jalur gelombang dan area terdampak dengan cepat dan akurat.
Operator BMKG dapat mengawasi informasi secara real-time dan memperbarui notifikasi hingga seluruh wilayah dipastikan aman.
InaTEWS Operation Center di Jakarta berfungsi sebagai pusat kendali nasional. Di sini, staf memproses data gempa dan tsunami secara berkelanjutan, mengkoordinasikan informasi dengan pemerintah daerah, dan memastikan setiap peringatan sampai ke masyarakat.
Sistem AI bekerja melalui tiga tahap, memantau getaran bumi, memproses data secara otomatis, dan menyalurkan peringatan ke pemerintah daerah serta masyarakat.
Aplikasi InfoBMKG, yang ringan dan mudah digunakan, menjangkau wilayah terpencil yang sebelumnya sulit menerima informasi cepat.
Selain menyasar nasional, BMKG memantau potensi tsunami di Samudra Hindia. Sistem ini membantu negara-negara di kawasan menerima peringatan dini yang tepat waktu, menegaskan peran Indonesia sebagai pengawas regional terhadap risiko tsunami.
Warga dapat segera menyesuaikan diri dan mengevakuasi diri ketika menerima notifikasi melalui aplikasi. Pendekatan ini menurunkan risiko kerusakan infrastruktur dan kehilangan nyawa, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dilaman resmi BMKG menyatakan, “Sistem ini bertujuan melindungi warga dan infrastruktur vital, serta siap digunakan secara nasional tahun depan.”
Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menambahkan, “Pusat operasi baru mempermudah koordinasi data BMKG dengan pemerintah daerah sehingga informasi terbaru selalu sampai ke masyarakat.”
Kolaborasi dengan lembaga internasional memastikan sistem AI BMKG berjalan efektif.
Teknologi ini bukan sekadar upgrade teknis, tetapi investasi nyata untuk keselamatan publik dan ketahanan bencana di tingkat nasional dan regional.
Dengan inovasi ini, BMKG menegaskan komitmen melindungi nyawa, memperkuat infrastruktur, dan membangun ketahanan bencana berbasis sains, teknologi, dan keberlanjutan.
Sistem AI BMKG tidak hanya melayani nasional, tetapi juga memperkuat kapasitas regional.
Negara-negara di Samudra Hindia kini bisa menerima peringatan dini secara cepat berkat koordinasi BMKG, menjadikan Indonesia sebagai pengawas tsunami yang diandalkan kawasan tersebut.
Warga yang menggunakan aplikasi InfoBMKG dapat menyesuaikan diri dan mengevakuasi diri lebih cepat, mengurangi risiko kerusakan infrastruktur dan korban jiwa.
Baru-baru ini, BMKG juga menerima kunjungan delegasi World Bank di kantor pusat Jakarta. Delegasi yang dipimpin oleh Director Strategy and Operations untuk Asia Timur dan Pasifik, Elisabeth Huybens, serta Country Director untuk Indonesia dan Timor Leste, Carolyn Turk, meninjau capaian penguatan sistem peringatan dini multi-bahaya.
Kehadiran mereka disambut Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dan jajaran pimpinan tinggi, menegaskan kolaborasi internasional dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana di Indonesia. (***)








































