BERITA PRESS, JAKARTA | Pencari kerja Indonesia kini bisa mengakses lowongan terpercaya tanpa harus membuka banyak situs berbeda.
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengintegrasikan Karirhub dengan beberapa portal pekerjaan swasta, menciptakan satu platform yang menampung berbagai lowongan terverifikasi.
Langkah ini hadir di tengah meningkatnya laporan penipuan lowongan kerja online, yang kerap memanfaatkan ketergesaan pelamar.
Dengan sistem terpusat, setiap lowongan menampilkan logo portal asalnya, sehingga pencari kerja dapat menilai keaslian informasi sebelum melamar.
Karirhub menyediakan dua skema integrasi untuk memudahkan pelamar. Skema pertama, full integrasi, memungkinkan pencari kerja mendaftar langsung melalui Karirhub.
Data lamaran kemudian diteruskan ke portal mitra, sementara proses seleksi, wawancara, dan keputusan akhir tetap dikelola portal mitra.
HiredToday menjadi portal pertama yang menerapkan sistem ini, memungkinkan pelamar memantau status lamaran secara real-time.
Skema kedua, semi integrasi, menampilkan lowongan di Karirhub namun pelamar diarahkan ke situs portal masing-masing untuk melengkapi registrasi dan proses lamaran.
Portal Toploker, Redy, dan Glints sudah menggunakan metode ini. Kedua skema memastikan pelamar memiliki fleksibilitas, sekaligus meningkatkan transparansi proses rekrutmen.
Sejak integrasi dimulai, Karirhub mencatat lebih dari 115.000 lowongan dari lebih 2.000 perusahaan sepanjang 2025.
Angka ini menunjukkan pertumbuhan pasar kerja digital yang pesat sekaligus menegaskan kebutuhan akan platform terpusat yang aman dan efisien.
Bagi pencari kerja, platform ini lebih dari sekadar menghemat waktu.
Karirhub menjadi alat preventif melawan penipuan. Dengan logo portal asal lowongan, pelamar dapat menghindari situs yang tidak resmi, sekaligus mengakses lowongan yang diverifikasi langsung oleh Kemnaker.
Selain keamanan, integrasi ini menghadirkan manfaat tambahan, pelamar bisa melacak status lamaran secara real-time, membandingkan lowongan dari berbagai sektor, dan memilih jalur melamar yang paling sesuai dengan preferensi mereka.
Kemnaker berencana memperluas kerja sama ke lebih banyak portal di masa depan, meningkatkan jumlah lowongan lintas sektor, dan memastikan setiap informasi yang tampil tetap terverifikasi.
Dengan Karirhub, pencari kerja kini memiliki kontrol penuh atas proses lamaran.
Platform ini tidak hanya menyederhanakan akses lowongan, tetapi juga membangun ekosistem pasar kerja digital yang lebih transparan dan terpercaya.
Bagi masyarakat, langkah ini menegaskan mencari pekerjaan tidak lagi harus penuh risiko, lambat, atau membingungkan, semua bisa diakses dari satu platform.
Dengan Karirhub, pencari kerja kini memiliki kontrol penuh atas proses lamaran. Platform ini tidak hanya menyederhanakan akses lowongan, tetapi juga membangun ekosistem pasar kerja digital yang lebih transparan dan terpercaya.
Menanggapi inovasi ini, Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli belum lama ini menyatakan, “Kami ingin pencari kerja merasa aman dan efisien saat melamar. Dengan satu platform, mereka bisa fokus pada peluang nyata, bukan khawatir soal penipuan atau informasi yang membingungkan.” (***)








































