BERITAPERSS,ID JAKARTA – Pemerintah menaruh perhatian besar pada satu periode krusial dalam setiap bencana: 60 menit pertama.
Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) sepakat fase awal itulah yang paling menentukan keselamatan korban.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menerima Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii di Kantor Kemhan, Jakarta, Rabu (11/2).
Pertemuan itu membahas percepatan respons darurat, kesiapan personel, serta dukungan peralatan dan logistik ketika bencana baru terjadi.
Dalam jam pertama, tim penyelamat berpacu dengan waktu. Korban masih memiliki peluang besar untuk diselamatkan, namun keterlambatan koordinasi bisa mengubah situasi secara drastis.
Karena itu, kedua lembaga menyoroti pentingnya sistem komando yang ringkas, jalur komunikasi yang tidak terputus, serta mobilisasi cepat ke lokasi terdampak.
Indonesia menghadapi risiko bencana tinggi sepanjang tahun. Gempa bumi, banjir, tanah longsor, dan kecelakaan transportasi kerap terjadi di wilayah yang sulit dijangkau.
Kondisi geografis kepulauan membuat distribusi bantuan sering kali membutuhkan waktu lebih lama dibanding negara daratan.
Mengutip laman resmi Kementerian Pertahanan, Sjafrie menekankan kesiapsiagaan tidak boleh menunggu krisis.
Ia meminta setiap unsur memastikan data, peralatan, dan sumber daya manusia siap digerakkan sebelum laporan kedaruratan masuk.
“Koordinasi harus berjalan sejak awal agar respons tidak terhambat,” demikian disampaikan dalam keterangan tersebut.
Basarnas memaparkan kebutuhan penguatan kapasitas penyelamat serta modernisasi alat pencarian dan pertolongan.
Dukungan aset strategis dinilai penting untuk mempercepat evakuasi pada fase jam pertama bencana, terutama di wilayah terpencil atau terdampak kerusakan infrastruktur.
Kedua pihak juga membahas integrasi sistem komunikasi darurat agar tetap berfungsi meski jaringan umum terganggu.
Fokus pada fase awal ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem respons bencana nasional yang lebih adaptif dan terukur.
Pertemuan tersebut dihadiri pula Sekretaris Jenderal Kemhan. Pemerintah berharap, dengan penajaman strategi di jam pertama, peluang penyelamatan korban dapat meningkat dan dampak bencana dapat ditekan sejak dini. (***)/one








































