BERITAPRESS.ID, MUARA ENIM | Sejumlah tukang yang terlibat dalam pengerjaan program bedah rumah di Desa Pagar Dewa, Kecamatan Lubai Ulu, Kabupaten Muara Enim, menyampaikan keluhan terkait upah kerja yang hingga kini diduga belum mereka terima. Para pekerja mengaku telah menyelesaikan pekerjaan sesuai kesepakatan yang ada.
Salah seorang tukang menyampaikan bahwa program pemerintah seharusnya direalisasikan secara transparan dan sesuai ketentuan. Namun, menurutnya, di lapangan masih terdapat persoalan yang merugikan pihak pekerja.
“Program pemerintah yang seharusnya di realisasikan tanpa adanya kecurangan namun kenyataan di lapangan masih ada segelintir orang yang ingin meraup keuntungan dengan tidak memikirkan resikonya akan di terima,” ujarnya.
Ia menambahkan, para tukang telah bekerja sesuai kesepakatan awal, namun hingga saat ini belum menerima pembayaran.
“Kami sudah kerja sesuai kesepakatan. Tapi sampai sekarang belum ada pembayaran. Kami berharap hak kami segera dibayarkan,” ujarnya sambil meminta identitasnya tidak disebutkan.
Ia mengaku telah menanyakan langsung kepada pihak pelaksana kegiatan, namun hanya mendapat jawaban bahwa pembayaran masih menunggu proses administrasi. Kondisi tersebut membuat para pekerja merasa dirugikan, ungkapnya.
Warga setempat berharap persoalan ini dapat segera ditindaklanjuti agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan. Program bedah rumah yang bertujuan membantu masyarakat diharapkan tidak justru memunculkan persoalan baru bagi para pekerja.
Sementara itu, salah satu warga penerima bantuan yang enggan disebutkan namanya menyampaikan kondisi di lapangan masih belum sepenuhnya selesai.
“Kami senang rumah kami terpilih salah satu untuk.mendapatkan bantuan Bedah rumah, tapi masih ado be yang belum finis Ado yang belom di pasang pintu dan jendela, mungkin tukang juga malas mngejakan karena upah tukan tidak.di bayarkan panitia Penyelenggara,” katanya.
Ia berharap pemerintah dapat lebih selektif dalam menunjuk panitia pengelola anggaran program bedah rumah.
“Saya berharap pemerintah bisa benar-benar memilih panitia yang memegang anggaran bedah rumah ini, biar bisa di realisasikan dengan baik dan tepat waktu,” tegasnya dengan nada kecewa.
Saat awak media mencoba mengonfirmasi kepada salah satu panitia penyelenggara melalui pesan singkat WhatsApp, yang bersangkutan menyampaikan bahwa proses pembayaran masih dalam pengurusan.
“Ya pak sekarang saya lagi mengurus upah tukang tersebut, kemarin memng terkendal harus mnunggu selesai semua baru di bayarkan,” ucapnya.
Namun, berdasarkan keterangan warga, saat sempat dipertanyakan alasan keterlambatan pembayaran, panitia penyelenggara menyampaikan bahwa uang tersebut sempat hilang dan akan segera diurus kembali terkait pembayaran upah para tukang.
Laporan: Dhyan










































