Bisnis

Tol Kapalbetung Pangkas 3 Jam, Hemat Biaya Logistik Sumsel

×

Tol Kapalbetung Pangkas 3 Jam, Hemat Biaya Logistik Sumsel

Sebarkan artikel ini

BERITAPRESS.ID, Palembang – Dengan tersambungnya Tol Kayu Agung -Palembang-Betung dan Jembatan Musi V, waktu tempuh Palembang-Betung yang sebelumnya tiga hingga empat jam bisa turun menjadi 45 menit-1 jam sehingga berpotensi memangkas biaya distribusi logistik hingga puluhan persen bagi industri lokal.

Jalur ini juga mempercepat pengiriman komoditas unggulan seperti kelapa sawit, karet, dan produk energi ke pasar regional maupun pelabuhan ekspor.

Jembatan Musi V, bagian dari ruas Kapalbetung, kini memasuki tahap akhir konstruksi dengan progres 93,74 persen.

Dalam uji beban mendatang, jembatan akan menahan 1.800 ton sekaligus, setara 40 dump truck, untuk memastikan struktur aman bagi kendaraan berat.

Jika semua tahap selesai, jalur ini siap digunakan saat arus mudik Lebaran 2026, mempercepat mobilitas masyarakat dan aliran barang.

Ruas Kapalbetung menjadi salah satu koridor vital dalam jaringan Jalan Tol Trans Sumatera yang menghubungkan pusat produksi, kawasan industri, dan distribusi barang antarwilayah.

Dengan pemangkasan waktu tempuh drastis, rotasi truk meningkat, biaya operasional menurun, dan kepastian pengiriman lebih tinggi.

Bagi pelaku usaha logistik dan industri, pengurangan waktu ini dapat meningkatkan produktivitas dan mengurangi risiko keterlambatan.

Selain itu, akses cepat menuju Pelabuhan Tanjung Carat menjadi lebih realistis. Integrasi tol dan pelabuhan diperkirakan memangkas waktu pengiriman dari kawasan produksi ke jalur ekspor, memperkuat daya saing Sumatera Selatan dalam rantai logistik regional.

Dalam praktiknya, selisih waktu perjalanan dua hingga tiga jam berarti satu ritase tambahan barang bisa dikirim setiap hari.

Hal ini berpotensi menekan biaya bahan bakar, upah sopir, dan biaya lembur, terutama bagi usaha kecil menengah yang bergantung pada pengiriman tepat waktu.

Efisiensi ini juga dapat menstabilkan harga produk di pasar lokal, karena distribusi menjadi lebih lancar.

Proyek ini menjalani uji teknis ketat. Jembatan akan diuji daya tahannya sebelum dibuka, memastikan kapasitas beban sesuai standar keselamatan.

Keberhasilan pengujian akan menandai dimulainya operasi tol secara fungsional, memberikan dampak nyata bagi mobilitas dan ekonomi regional.

Musi V akan menjadi jembatan kelima yang melintasi Sungai Musi, menambah kapasitas konektivitas Palembang dan sekitarnya.

Infrastruktur ini bukan sekadar simbol pembangunan, tapi faktor nyata yang meningkatkan efisiensi logistik dan menggerakkan aktivitas ekonomi di Sumatera Selatan.

Dengan progres yang hampir rampung dan uji teknis yang segera dilaksanakan, Tol Kapalbetung siap menjadi jalur utama distribusi barang, mempersingkat waktu perjalanan, mengurangi biaya operasional, dan meningkatkan produktivitas industri lokal. (***)/one