BERITAPRESS.ID, PALEMBANG | Turnamen Sepak Bola U15 Piala Gubernur Sumatera Selatan 2026 resmi digelar di Stadion Bumi Sriwijaya, Kamis (25/6/2026), dengan pesan keras soal perubahan sistem pembinaan atlet muda, tidak ada lagi ruang untuk “pemain titipan”.
Ajang yang diikuti 17 tim dari 16 kabupaten/kota ini langsung menyedot perhatian sejak pembukaan. Ribuan penonton menyaksikan defile tim peserta, sebelum dilanjutkan dengan pengucapan janji atlet dan wasit sebagai simbol dimulainya kompetisi yang menekankan sportivitas dan persaingan terbuka.
Namun sorotan utama bukan hanya seremoni pembukaan, melainkan penegasan seleksi pemain ke depan harus sepenuhnya berbasis performa di lapangan.
Dalam sambutannya, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menegaskan pembinaan sepak bola usia dini tidak boleh lagi dipengaruhi faktor non-teknis seperti kedekatan, rekomendasi, atau intervensi pihak tertentu.
Menurutnya, sistem lama yang membuka ruang “titipan” membuat banyak talenta muda daerah tidak berkembang maksimal karena kesempatan tidak diberikan secara adil.
“Kita ingin pemain lahir dari kompetisi yang benar-benar ketat, semua harus dinilai dari kemampuan di lapangan, bukan karena siapa yang mengenalkan atau membawa mereka,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya perubahan sistem seleksi menuju model yang lebih terbuka dan berbasis data. Rekam jejak pertandingan dinilai perlu menjadi acuan utama agar setiap pemain memiliki peluang yang sama untuk berkembang.
Dengan sistem tersebut, setiap performa di lapangan akan tercatat dan bisa dipantau, sehingga proses pembinaan tidak lagi bergantung pada penilaian subjektif pelatih atau pihak tertentu.
Turnamen ini sekaligus diproyeksikan menjadi fondasi pembinaan jangka panjang. Pemerintah daerah mendorong agar kompetisi serupa tidak hanya digelar sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi sistem berkelanjutan yang membentuk jalur regenerasi pemain secara konsisten.
“Kalau kompetisi berjalan rutin, kita bisa melihat perkembangan pemain dari waktu ke waktu. Dari situ akan terlihat siapa yang benar-benar siap naik level,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumsel menabahkan turnamen ini berlangsung mulai 25 Juni hingga 4 Juli 2026. Selain menjadi ajang pembinaan, kompetisi ini juga menyediakan hadiah total Rp77 juta.
Lebih jauh, tim yang keluar sebagai juara pertama tidak hanya membawa pulang trofi, tetapi juga mendapat kesempatan mewakili Sumatera Selatan di tingkat nasional.
“Ini bukan hanya turnamen, tapi pintu masuk menuju level yang lebih tinggi bagi pemain muda Sumsel,” ujarnya.
Dengan format kompetisi yang lebih terbuka dan penekanan pada meritokrasi, turnamen U15 ini menjadi sinyal perubahan arah pembinaan sepak bola daerah. Sumsel ingin memastikan masa depan sepak bola tidak lagi ditentukan oleh “jalur belakang”, melainkan oleh kerja keras, disiplin, dan kemampuan nyata di lapangan. (***)/one



























