NASIONAL

SEA Games Bukan Garis Finish, tapi Awal Mimpi Besar Atlet RI

×

SEA Games Bukan Garis Finish, tapi Awal Mimpi Besar Atlet RI

Sebarkan artikel ini

SEANDAINYA  SEA Games itu lomba lari, maka jangan buru-buru foto di garis akhir, pasalnya  bagi atlet Indonesia, SEA Games sejatinya baru pemanasan, semacam stretching sebelum naik gunung yang puncaknya jauh lebih tinggi, yaitu Asian Games dan Olimpiade.

Itulah pesan yang terasa kuat ketika Presiden Prabowo Subianto berdiri di Istana Negara, memberi apresiasi kepada para atlet Indonesia peraih prestasi di SEA Games ke-33 Thailand. Bukan sekadar pidato formal, namun  semacam reminder keras tapi hangat, jelasnya olahraga itu bukan cuma soal medali, melainkan soal harga diri bangsa.

Prabowo baru -baru ini menegaskan, olahraga adalah cermin kekuatan negara. Atlet bukan sekadar peserta lomba, melainkan simbol bangsa di mata dunia. Kalau atletnya tangguh, negaranya dianggap siap berdiri tegak, kalau atletnya menyerah, citra bangsa ikut tertunduk.

Maksudnya, tuh ibarat pepatah lama bilang “Harimau dikenal dari belangnya, bangsa dikenal dari atletnya.”

Presiden juga menyentil satu isu yang sering bikin atlet nyengir pahit, seperti penilaian yang kadang terasa kurang objektif. Tapi malah mengeluh, Prabowo justru mendorong atlet untuk fokus ke satu hal yang lebih penting, yaitu meningkatkan diri.

Wejangan Pak Prabowo jelask jangan berkecil hati, jangan berhenti di satu lomba, karena perjalanan masih panjang, SEA Games itu boleh selesai, tapi mimpi jangan ikut bubar.

Pesan itu memang relevan bukan cuma buat atlet saja bro, tapi juga buat kita semua. Memang hidup ini sering seperti pertandingan dengan wasit yang kadang “kurang adil.” Tapi kalau setiap keputusan yang tak memihak bikin kita berhenti, ya.. kita tak akan pernah naik kelas, karena kalah dulu.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir jadi potongan puzzle yang pas, menambahkan, SEA Games bukan tujuan akhir, melainkan bagian dari roadmap besar olahraga Indonesia.

Pasalnya ASEAN Para Games sudah menanti, Asian Games di Jepang siap menyambut, Asian Para Games menyusul. Bahkan Youth Olympics di Senegal sudah masuk kalender. Artinya, Indonesia tidak sedang berlari tanpa arah, ada peta, ada target, ada tujuan.

Bahkan, kalau diibaratkan itu perjalanan jauh, SEA Games itu rest area. Boleh istirahat, boleh minum, boleh evaluasi. Namun perlu diingat mesin harus tetap panas, karena perjalanan belum selesai.

Prabowo juga memberi kredit besar pada para Ketua cabang olahraga dan pembina atlet, kredit penting itu adalah prestasi dan itu bukan sulap. Tidak ada atlet juara yang lahir dari latihan ala kadarnya.

Menentukan masa depan

Prestasi itu hasil dari dapur pembinaan yang menyala terus di pagi, siang, malam, kadang  juga sepi pujian, tapi penuh keringat bahkan kadang juga tak viral, namun menentukan masa depan.

Pesan itu  seperti menampar kebiasaan lama kita yang sering muncul hanya saat atlet juara, lalu menghilang ketika mereka latihan. Padahal, medali itu panen, latihan itu menanam. Tak mungkin panen tanpa menanam.

Yang menarik lagi, wejangan Prabowo itu tak sekadar bicara olahraga, presiden bicara tentang kebangkitan bangsa. Atlet dijadikan simbol, artinya Indonesia sedang bergerak, bukan diam, bahkan  sedang naik, bukan jalan di tempat.

Oleh sebab itu,  di tengah dunia yang kompetitif, olahraga jadi bahasa universal, sebab tanpa banyak kata, satu podium bisa bicara lebih lantang dari seribu pidato. Apalagi saat Merah Putih berkibar di arena Internasional, dunia membaca pesan yang sama, Indonesia hadir, ternyata Indonesia itu mampu, kuat dan Indonesia percaya diri.

Jadi, sebenarnya dari SEA Games hingga Olimpiade, dan Istana Negara sampai ke arena pertandingan itu, ada satu benang merah yang bisa ditarik, yaitu jangan berhenti di capaian pertama.

SEA Games bukan akhir, dalam hidup pun begitu, lulus kuliah juga bukan akhir, dapat kerja bukan akhir, sukses sekali bukan akhir, semuanya hanya satu anak tangga.

Pesan Prabowo dan Erick Thohir seolah berkata, “Boleh bangga, tapi jangan cepat puas,” karena bangsa besar bukan yang cepat puas, melainkan yang terus lapar akan kemajuan.

Sadarilah wahai anak bangsa, SEA Games hanyalah satu bab dari cerita, dan ceritanya itu masih panjang. Asian Games, Olimpiade, dan panggung dunia menunggu. Atlet Indonesia sudah di jalur yang benar ingat –lah tinggal konsisten untuk melangkah.

Bagi kita yang menonton dari layar kaca, mungkin sudah waktunya belajar dari para atlet, jatuh tak apa, kalah boleh, tapi berhenti jangan, karena seperti SEA Games, hidup pun bukan garis finish, hidup itu selalu tentang langkah berikutnya. (***)