AdvertorialOKUS

Satu Tahun Abusama-Misnadi, Pembangunan Infrastruktur Jadi Urat Nadi Pembangunan di Tengah Tekanan Anggaran

×

Satu Tahun Abusama-Misnadi, Pembangunan Infrastruktur Jadi Urat Nadi Pembangunan di Tengah Tekanan Anggaran

Sebarkan artikel ini

BERITAPRESS.ID, OKU SELATAN | Memasuki satu tahun kepemimpinan Bupati Abusama bersama Wakil Bupati H. Misnadi, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan. Kebijakan tersebut ditempuh di tengah keterbatasan fiskal yang memengaruhi kapasitas belanja daerah.

Bupati Abusama menegaskan, pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap kondisi sejumlah ruas jalan kabupaten yang belum optimal. Menurutnya, perbaikan infrastruktur jalan merupakan kebutuhan mendasar masyarakat sekaligus penopang aktivitas ekonomi daerah.

“Kami menyadari masih terdapat ruas jalan yang rusak dan belum tertangani secara maksimal. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat dan pergerakan ekonomi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, jalan bukan sekadar sarana transportasi. Infrastruktur tersebut berfungsi sebagai penghubung akses pendidikan, layanan kesehatan, distribusi hasil pertanian, serta mobilitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Di sisi lain, keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan tersendiri. Kebijakan efisiensi anggaran di tingkat nasional turut berdampak pada ruang fiskal pemerintah daerah.

“Dengan kondisi keuangan yang terbatas. Tentunya, belum dapat memenuhi seluruh harapan masyarakat dalam waktu singkat. Namun, pembangunan tetap berjalan secara bertahap, terukur, dan berdasarkan skala prioritas,” kata Abusama.

Guna untuk mempercepat pembangunan, Pemerintah Kabupaten OKU Selatan tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Pemerintah daerah juga menjalin komunikasi dan koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan serta kementerian di tingkat pusat guna memperoleh dukungan pendanaan.

Langkah tersebut mulai menunjukkan hasil melalui dukungan pembangunan pada sejumlah titik, meskipun proses percepatan masih memerlukan konsistensi dan pengawalan berkelanjutan.

Disepanjang tahun 2025, pemerintah daerah telah menangani sejumlah ruas jalan strategis melalui pembangunan, peningkatan kualitas, dan rehabilitasi.

Diantaranya, pembangunan Ruas jalan Simpang Aji–Simpang Lubuk Dalam, Ruas jalan Kota Batu–Heni Arong, Ruas jalan Trans Lubar–Karang Agung, Jembatan Tipe B Komering IV (Simpang), serta Pemeliharaan berkala disejumlah ruas jalan kabupaten lainnya.

Penanganan tersebut difokuskan pada akses penghubung pusat ekonomi, kawasan pendidikan, serta fasilitas kesehatan guna memperlancar distribusi hasil pertanian dan mendukung pertumbuhan sektor riil masyarakat.

Bupati Abusama menyatakan, pemerintah daerah juga menyampaikan kondisi keuangan secara terbuka kepada masyarakat. Transparansi tersebut, menurutnya, penting untuk membangun kepercayaan publik.

“Kami tidak ingin memberikan harapan tanpa dasar. Pemerintah menyampaikan kondisi keuangan secara apa adanya. Komitmen kami tetap sama, yaitu menjadikan perbaikan jalan sebagai prioritas,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa tahun 2026 masih menjadi fase konsolidasi fiskal. Pemerintah daerah optimistis kondisi keuangan akan membaik pada 2027 sehingga program strategis dapat direalisasikan secara lebih optimal.

Selain pembangunan infrastruktur jalan, pemerintah daerah juga memperkuat sektor pendidikan dan kesehatan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia.

Pada sektor pendidikan, pemerintah membangun ruang kelas baru, merehabilitasi gedung sekolah, serta menyediakan sarana penunjang pembelajaran. Pemerintah juga meningkatkan kapasitas tenaga pendidik guna mendorong kualitas layanan pendidikan.

Di sektor kesehatan, pemerintah membangun dan merenovasi puskesmas, meningkatkan fasilitas medis, serta menambah tenaga kesehatan. Dukungan anggaran juga diarahkan untuk pengembangan RSUD Muaradua guna memperkuat sistem pelayanan kesehatan hingga tingkat kecamatan dan desa.

“Pembangunan membutuhkan perencanaan, keberlanjutan, dan kerja sama semua pihak. Dengan sinergi yang kuat, kami yakin pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (SR)

Laporan : SR