BERITAPRESS.ID, PALEMBANG | Koordinator Dapil I DPRD Sumsel Chairul S. Matdiah menegaskan bahwa kegiatan reses merupakan kewajiban anggota dewan untuk menyerap dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat.
“Hari ini kami melaksanakan Reses Masa Sidang V Tahun Anggaran 2026 di SMK PGRI 1 Palembang. Tugas kami sebagai wakil rakyat adalah menerima dan menyerap aspirasi masyarakat, termasuk dari guru dan siswa. Hasil reses ini akan kami sampaikan dalam rapat paripurna DPRD Sumsel,” ujarnya.
Anggota DPRD Sumsel Dapil I Aryuda Perdana Kusuma mengatakan seluruh aspirasi yang disampaikan pihak sekolah akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.
“Aspirasi terkait sarana dan prasarana akan kami bawa ke rapat paripurna. Tadi juga ada permintaan pengecatan sekolah, dan itu akan kami coba komunikasikan melalui program CSR perusahaan terkait,” katanya.
Terkait isu Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), Aryuda menegaskan DPRD Sumsel berkomitmen mengawal kebijakan bagi tenaga pendidik.
“Sekolah swasta dan negeri itu sama. Sama-sama berkontribusi mencerdaskan kehidupan bangsa. Kita harus saling mendukung,” katanya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan PGRI Hasanudin berharap adanya perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan sekolah swasta.
“Kami berharap penerimaan siswa di SMK negeri dibatasi sesuai kuota agar tidak berdampak pada sekolah swasta. Kami juga menyampaikan aspirasi terkait P3K, perbaikan ruang kelas, mobiler, serta sarana dan prasarana penunjang,” ujarnya.
Kepala SMK PGRI 1 Palembang Nur Hidayatika M.Pd mengatakan kegiatan reses tersebut menjadi bentuk nyata perhatian DPRD Sumsel terhadap dunia pendidikan.
“Reses ini sangat interaktif dan kami merasa diperhatikan. Ini menunjukkan kepedulian DPRD Sumsel terhadap sekolah, khususnya sekolah swasta,” katanya.
Ia menjelaskan persoalan banjir yang kerap mengganggu aktivitas belajar mengajar akibat tersumbatnya saluran air di sekitar sekolah.
“Saluran air tertutup bangunan di sekitar lingkungan sekolah sehingga terjadi genangan di beberapa ruang kelas. Kondisi ini perlu segera ditangani agar ruang kelas kembali layak digunakan,” ujarnya. (*)
Laporan : Putra










































