Politik

Reses DPRD Sumsel di SMAN 8 Palembang, Aspirasi Siswa hingga Guru Diserap

×

Reses DPRD Sumsel di SMAN 8 Palembang, Aspirasi Siswa hingga Guru Diserap

Sebarkan artikel ini

BERITAPRESS.ID, PALEMBANG | Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Daerah Pemilihan (Dapil) I Kota Palembang menggelar kegiatan Reses Masa Sidang V Tahun Anggaran 2026 di SMA Negeri 8 Palembang, Rabu (11/2/2026). Kegiatan ini bertujuan menyerap aspirasi siswa dan guru di wilayah pemilihan tersebut.

Reses Dapil I mencakup wilayah Kecamatan Bukit Kecil, Ilir Barat I, Ilir Barat II, Gandus, Jakabaring, Plaju, Seberang Ulu I, Seberang Ulu II, dan Kertapati. Kegiatan dipimpin Koordinator Dapil I Chairul S. Matdiah SH MH, didampingi anggota DPRD Sumsel Aryuda Perdana Kusuma SSos, Firmansyah Hakim SH, Romiana Hidayati, Muhammad Toha SAg, dan Abdullah Taufik SE MM.

Chairul S. Matdiah mengatakan reses merupakan kewajiban anggota DPRD untuk menyerap aspirasi masyarakat dan menindaklanjutinya melalui mekanisme kedewanan.

“Hari ini kami melaksanakan reses Masa Sidang V Tahun Anggaran 2026. Aspirasi dari guru dan siswa akan kami sampaikan dalam rapat paripurna DPRD Sumsel,” ujarnya.

Salah satu aspirasi yang menjadi perhatian adalah permintaan bantuan sarana belajar bagi siswa disabilitas tunanetra, khususnya pengadaan alat tulis Braille (brailer).

“Anak disabilitas harus mendapatkan perhatian. Aspirasi ini akan kami sampaikan kepada pimpinan dan Gubernur agar sarana pendukungnya bisa dibantu,” katanya.

Sebagai bentuk kepedulian langsung, enam anggota DPRD Sumsel yang hadir memberikan bantuan sebesar Rp1 juta untuk membantu pembelian alat brailer. Pihak sekolah juga diminta mengajukan proposal resmi untuk ditindaklanjuti melalui mekanisme anggaran.

Selain itu, aspirasi lain yang disampaikan meliputi perbaikan infrastruktur jalan di kawasan Tegal Binangun, penambahan fasilitas komputer, serta peningkatan akses internet di sekolah.

Anggota DPRD Sumsel Aryuda Perdana Kusuma mengatakan seluruh aspirasi yang dihimpun akan dibahas lebih lanjut di DPRD Sumsel.

“Semua masukan dari siswa dan guru akan kami bawa ke rapat paripurna,” katanya.

Sementara itu, Abdullah Taufik menjelaskan terkait isu Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di tengah keterbatasan anggaran Provinsi Sumsel tahun 2026.

“Kami di Banggar tetap berupaya mencari solusi anggaran agar gaji P3K, baik paruh waktu maupun penuh waktu, tetap aman sesuai aturan,” ujarnya.

Salah satu siswa disabilitas tunanetra, Andrian Mandala Putra, menyampaikan harapannya agar fasilitas pendukung bagi siswa berkebutuhan khusus dapat terus ditingkatkan.

“Saya berharap fasilitas untuk siswa disabilitas bisa ditambah agar tidak menghambat proses belajar,” ujarnya.

Plt Kepala SMA Negeri 8 Palembang Muhammad Edwar mengatakan jumlah siswa di sekolah tersebut saat ini mencapai 1.063 orang dan pihak sekolah terus berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif. (*)

Laporan : Putra