BERITAPRESS, ID FAKFAK/Komitmen menjaga kelestarian paru-paru dunia di tanah Papua kembali ditegaskan. Bertajuk motto “Jaga Alam, Jaga Lingkungan, Jaga Masa Depan”, jajaran Korem 182/JO bersama Polri, Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak, dan berbagai elemen masyarakat menggelar aksi rehabilitasi lingkungan melalui penanaman pohon massal di kawasan Bandar Udara Siboru, Distrik Fakfak, Kamis (08/01/2026).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Fakfak, Ibu Nurwidayati Samaun Dahlan, S.E., M.AP, didampingi Komandan Korem (Danrem) 182/JO, Kolonel Inf Irwan Budiana, S.E., M.M., M.Han.
Dalam sambutannya, Ibu Nurwidayati Samaun Dahlan menekankan bahwa penghijauan ini bukan sekadar seremoni, melainkan investasi keselamatan bagi generasi mendatang. Beliau memberikan apresiasi khusus kepada pemilik lahan yang telah merelakan areanya untuk dijadikan pusat reboisasi.
“Banyak bencana alam di daerah lain terjadi akibat penggundulan hutan. Kita tidak ingin hal itu terjadi di Fakfak. Penanaman pohon ini adalah langkah vital untuk masa depan. Kedepan, kita juga akan dorong penanaman pohon buah agar memberi manfaat ekonomi. Namun yang paling krusial adalah merawat pohon-pohon ini hingga tumbuh besar,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Danrem 182/JO Kolonel Inf Irwan Budiana menyatakan bahwa kehadiran para pelajar dalam kegiatan ini bertujuan untuk mentransfer nilai-nilai kepedulian lingkungan sejak dini.
“Kami dari TNI-Polri berkomitmen penuh bersinergi dengan Pemda. Selain menghijaukan kembali kawasan bandara, kita sedang mengedukasi generasi muda agar mencintai alam Papua. Merawat pohon berarti merawat ketersediaan oksigen dan menjaga keseimbangan ekosistem kita,” ujar Danrem.
Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari:
- Personel TNI dan Polri
- Instansi terkait di lingkungan Pemda Fakfak
- Organisasi Wanita (PKK, Persit, Bhayangkari)
- Para pelajar sekolah menengah di Distrik Fakfak
Aksi ini diharapkan menjadi pematik bagi masyarakat luas untuk lebih proaktif dalam menjaga kelestarian hutan di Papua Barat, sekaligus memastikan fasilitas publik seperti Bandara Siboru tetap asri dan terlindungi dari ancaman erosi maupun dampak perubahan iklim. (IB).










































