PERNAH nggak menimbang bayi di Posyandu ? Ya, kalo nggak salah denger, dulu Posyandu itu identik sama nimbang, imunisasi, dan “ngomong gemuk nih bayinya”. Tapi sekarang, Mensos Gus Ipul bilang bilang Posyandu bakal reborn jadi Posyandu Sejahtera yang bikin nggak cuma senyum, tapi juga ngakak.
Kenapa? Karena Posyandu Sejahtera bakal jadi pusat data real-time untuk BPS. Iya, badan yang biasanya muncul di TV pas sensus, tapi sekarang datanya bisa langsung masuk dari desa ke server pemerintah. Jadi, bayi yang tadi ditimbang, datanya langsung nyelonong ke server. Gimana nggak canggih?
Selama ini, Posyandu itu kayak stand-up komedian, semua orang dateng buat nonton bayi ditimbang. Tapi sekarang, mereka bakal punya tiga tim, depan, belakang, dan operator digital.
Tim depan tetep sambut ibu-ibu dan balita, tim belakang urus administrasi, dan si operator? Dia yang bakal jadi hacker baik-baik, input data langsung ke BPS.
Gus Ipul bilang, kalau masyarakat ada keluhan, bisa langsung disampaikan, dan datanya bisa di-input. Jadi nggak cuma curhat sama petugas Posyandu, tapi keluhan juga bisa nyebrang ke server pemerintah dalam hitungan menit. Sumpah, ini kaya upgrade Posyandu level 99 dari game RPG!
Keren nggak sih, jika Posyandu jadi mata dan telinga pemerintah di desa, biasanya pemerintah tuh jauh, cuma muncul pas pembangunan jalan amblas atau banjir. Sekarang, semua keluhan, data kesehatan, pendidikan, bahkan rumah dan infrastruktur bisa dikumpulin di Posyandu.
Ini bukan sekadar nambah tugas, tapi bikin perencanaan kebijakan berbasis data lebih akurat, kalau biasanya pemerintah cuma nebak-nebak, anak-anak desa pada sehat nggak ya?, sekarang udah nggak perlu tebak-tebakan lagi. Semua ada datanya, tinggal klik-klik.
Jangan salah, ini bukan cuma soal komputer di kantor desa, tapi Posyandu bakal menggunakan sistem digital yang simpel, gampang dipakai, dan pastinya anti ribet. Jadi ibu-ibu nggak perlu takut salah pencet tombol, dan petugas bisa langsung upload data dari HP Android seadanya.
Jadi kalau dulu Posyandu itu cuma tempat bayi digendong, sekarang ibu-ibu bisa ikut jadi data scientist desa sambil ngakak karena transformasinya absurd tapi bermanfaat.
Oleh karena itu, Gus Ipul bilang, Posyandu yang sekarang cukup dilengkapi, nggak perlu bangunan baru. Jadi semua fasilitas yang udah ada bakal dioptimalkan buat 6 Standar Pelayanan Minimal. Hemat budget, hemat waktu, dan tentunya, hemat tenaga.
“Selama ini kan mungkin bidang kesehatan kuat, sekarang nambah edukasi, infrastruktur, sosial, semua masuk,” kata Gus Ipul. Jadi Posyandu nggak cuma nimbang bayi tapi juga tempat warga curhat, belajar, dan berkolaborasi.
Dari cerita Posyandu Sejahtera ini, kita bisa ambil pelajaran bahwa transformasi itu nggak melulu ribet dan mahal, tapi bisa dimulai dari hal sederhana yang ada di depan mata.
Posyandu yang dulunya cuma nimbang bayi, sekarang jadi pusat data desa, mata dan telinga pemerintah, sekaligus ajang pemberdayaan masyarakat.
Kata pepatah “Air tenang menghanyutkan, Posyandu Sejahtera menyelamatkan desa”. Maksudnya, meski kecil dan sederhana, perubahan yang tepat bisa bikin dampak besar.
Jadi, siapa sangka, tempat nimbang bayi bisa jadi pusat digitalisasi desa yang bikin hidup warga lebih mudah dan pemerintah lebih dekat.[***]










































