BERITAPRESS.ID, LEBONG | Di sebuah rumah kayu sederhana yang berdiri di tengah rimbun pepohonan, senyum haru tak terbendung ketika lampu pertama kali menyala. Bagi Singgih Permana, warga Lebong Tambang, momen itu bukan sekadar terang yang mengusir gelap, melainkan tanda dimulainya babak baru kehidupan keluarganya.
Melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), PLN Bengkulu bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu resmi menyalakan listrik bagi 473 warga Kabupaten Lebong pada 7 Februari 2026. Penyalaan simbolis dilakukan di salah satu rumah penerima manfaat, ditandai dengan pemasangan kWh meter dan penyalaan instalasi listrik secara langsung.
Dalam suasana sederhana namun penuh makna, jajaran manajemen PLN UP3 Bengkulu tampak berdiri berdampingan dengan pemerintah daerah dan warga. Di dinding rumah kayu itu, terpasang spanduk peresmian BPBL—menjadi saksi perubahan dari keterbatasan menuju harapan baru.
Manager PLN UP3 Bengkulu, Teguh Aang Harmadi, menegaskan bahwa pemerataan listrik adalah komitmen nyata PLN Bengkulu dalam menghadirkan keadilan energi hingga ke pelosok.
“Setiap sambungan listrik yang kami nyalakan bukan hanya soal energi, tetapi tentang masa depan. Tentang anak-anak yang kini bisa belajar di malam hari, tentang keluarga yang bisa beraktivitas lebih produktif, dan tentang kehidupan yang lebih layak,” ujar Teguh.
Program BPBL menyasar masyarakat prasejahtera yang selama ini belum menikmati listrik secara mandiri. Di Kabupaten Lebong, sebanyak 473 rumah tangga kini resmi teraliri listrik, membuka akses terhadap berbagai peluang sosial dan ekonomi.
Pada salah satu momen yang terekam, seorang ibu penerima manfaat dengan mata berbinar memperlihatkan kipas angin yang kini dapat berfungsi di ruang tamunya. Hal sederhana yang sebelumnya mustahil, kini menjadi kenyataan. Bagi banyak keluarga, listrik bukan lagi kemewahan, melainkan kebutuhan dasar yang akhirnya terpenuhi.
General Manager PLN UID Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu, Adhi Herlambang, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan PLN dalam mendukung peningkatan rasio elektrifikasi dan kesejahteraan masyarakat.
“PLN Bengkulu terus berupaya memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam akses listrik. BPBL adalah wujud nyata kehadiran negara melalui PLN untuk menghadirkan energi yang berkeadilan. Listrik yang andal akan menjadi fondasi peningkatan kualitas hidup sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkap Adhi.
Bagi Singgih dan ratusan warga lainnya, terang yang kini hadir di rumah mereka membawa arti mendalam.
“Sekarang anak-anak bisa belajar tanpa takut gelap. Kami sangat bersyukur. Terima kasih kepada PLN Bengkulu dan pemerintah,” ucapnya lirih.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan PLN Bengkulu, program BPBL menjadi bukti bahwa kolaborasi mampu menghadirkan perubahan konkret. Dari rumah-rumah kayu di pelosok Lebong, cahaya kini menyala, menerangi mimpi, menumbuhkan harapan, dan menguatkan langkah menuju masa depan yang lebih baik. (*)










































