BERITAPRESS.ID – Pertukaran budaya RI-Yunani membuka peluang ekonomi baru yang strategis bagi kedua negara. Dalam pertemuan persiapan Joint Committee on Economic Cooperation (JCEC) akhir pekan lalu.
Kedua delegasi menekankan kerja sama di bidang pendidikan dan budaya bukan hanya mempererat hubungan sosial, tetapi juga menjadi jembatan konkret untuk perdagangan, investasi, dan pariwisata.
Indonesia menilai Yunani, sebagai negara dengan warisan sejarah dan seni klasik yang kaya, dapat menjadi hub pendidikan dan budaya di Eropa. Sementara Yunani melihat Indonesia sebagai negara dengan keanekaragaman budaya dan festival seni yang bisa menarik wisatawan Eropa.
“Melalui pertukaran mahasiswa dan program budaya, kita membuka peluang bisnis dan ekonomi yang saling menguntungkan,” kata salah satu delegasi Indonesia.
Pertemuan bilateral ini membahas mekanisme JCEC, termasuk pelibatan kementerian terkait, sektor swasta, dan lembaga pendidikan. Fokus utama adalah memetakan sektor pilot project, mulai dari pelatihan maritim berbasis teknologi, workshop seni bersama, hingga seminar pendidikan tinggi. Semua program dirancang agar berdampak langsung pada ekonomi lokal dan membuka peluang bagi industri kreatif serta UMKM.
Selain pendidikan formal, kolaborasi budaya juga menjadi sorotan. Yunani menawarkan kesempatan bagi Indonesia untuk belajar dan mengembangkan potensi ekonomi kreatif melalui seni, arsitektur, dan sejarah maritim. Di sisi lain, Indonesia menghadirkan festival budaya dan seni lokal yang mampu menarik minat wisatawan dan investor Eropa.
Program pertukaran ini diharapkan memberi efek domino pada ekonomi, mulai dari peningkatan pariwisata, peluang kerja, hingga promosi budaya sebagai aset ekonomi. Mahasiswa yang mengikuti program pertukaran tidak hanya belajar, tetapi juga menjadi agen promosi pariwisata dan budaya, sementara proyek seni kolaboratif membuka akses bagi industri kreatif untuk go international.
Delegasi kedua negara juga menekankan kerja sama akademik dalam penelitian maritim, energi terbarukan, dan teknologi kesehatan, yang dapat mendukung strategi bisnis kedua negara.
Hal ini memperkuat pandangan bahwa pendidikan dan budaya bukan hanya soft power, tetapi aset ekonomi jangka panjang yang nyata.
Momentum ini sejalan dengan Indonesia – European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA).
Dengan CEPA, Indonesia memiliki akses lebih luas ke pasar Eropa, sementara Yunani bisa menjadi pintu masuk strategis bagi ekspor Indonesia ke Eropa Selatan, Timur, dan Balkan. Pertukaran budaya dan pendidikan dipandang sebagai cara kreatif untuk memaksimalkan peluang ekonomi dari kesepakatan ini.
Rencana konkret juga disiapkan menjelang pertemuan JCEC mendatang.
Indonesia akan menjajaki proyek pilot pertukaran mahasiswa di bidang maritim dan teknologi, sedangkan Yunani menyiapkan program seni dan budaya yang dapat diikuti pelajar Indonesia. Kedua negara sepakat guna membangun hubungan manusiawi melalui budaya dan pendidikan akan memperkuat kepercayaan dan jaringan profesional, sekaligus menciptakan inovasi bersama.
Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arif Havas Oegroseno, dan Wakil Menteri Luar Negeri Yunani, Mr. Theoharis, dalam keterangan rilis dilaman resmi Kemlu menekankan pentingnya pertukaran budaya dan pendidikan sebagai strategi memperkuat ekonomi bilateral. (***)










































