BWRITAPRESS, ID FAKFAK/Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak menunjukkan komitmen nyata dalam menangani dampak musibah kebakaran yang menghanguskan permukiman warga di Kampung Malakuli, Distrik Karas. Pada Selasa (10/2/2026).
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Fakfak, Sadali La Hadalia, meninjau langsung lokasi kejadian sekaligus memastikan dimulainya pembangunan hunian layak huni sementara bagi para korban.
Peristiwa kebakaran yang terjadi pada Senin (26/1/2026) lalu tersebut mengakibatkan total 15 unit rumah terdampak. Rinciannya, 12 unit rumah hangus terbakar, sementara 3 unit lainnya terpaksa dibongkar oleh warga bersama aparat TNI/Polri guna memutus penjalaran api agar tidak merembet ke rumah warga lainnya serta Kantor Polsek setempat. Tercatat sebanyak 15 Kepala Keluarga (KK) dengan total 51 jiwa kehilangan tempat tinggal akibat insiden ini.
Dalam kunjungannya, Sadali La Hadalia menegaskan bahwa material bangunan sudah mulai tiba di lokasi untuk mempercepat proses konstruksi.
”Kehadiran kami di sini adalah tanda dimulainya pembangunan rumah layak huni sementara. Saat ini, material berupa kayu ukuran 5×10 dan 10×10 sebanyak 5 kubik sudah tersedia di lokasi. Kami pastikan pasokan material tidak akan terputus agar target penyelesaian dapat tercapai tepat waktu,” ujar Sadali.
Meskipun ketersediaan bahan makanan saat ini masih mencukupi berkat bantuan dari Pemda, TNI/Polri, serta berbagai Organisasi Kepemudaan (OKP), warga menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan mendesak lainnya. Beberapa barang yang sangat dibutuhkan saat ini adalah peralatan tidur (tikar, bantal, dan selimut), peralatan dapur dan kompor. Dan tangki air bersih (yang direncanakan segera dikirim melalui KM Perintis Sabuk).
Eks Sekertaris Pertanian dan Ketahanan Pangan itu meminta agar semangat gotong royong antara TNI, Polri, dan masyarakat Kampung Malakuli terus ditingkatkan. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan fisik bangunan sekaligus membantu para korban keluar dari rasa trauma.
Menutup arahannya, Kadinsos memberikan penguatan moril kepada masyarakat agar tetap optimis dan mulai beraktivitas seperti biasa.
”Bapak dan Ibu tidak perlu terlalu membebani pikiran. Pemerintah Daerah sudah hadir di tengah-tengah kita. Perlu diingat, di balik awan yang gelap, pasti ada hujan yang turun membawa berkah. Mari kita bangkit bersama,” pungkasnya. (IB).







































