BERITAPRESS.ID | Puluhan juru masak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lampung mendapat pelatihan intensif langsung dari MasterChef Indonesia, Chef Norman Ismail, dalam kegiatan MASAMO (Masak Bersama Master Chef) yang dibuka oleh Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya.
Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas sajian MBG sekaligus memperkuat kompetensi juru masak sebagai garda terdepan kesehatan gizi anak, ibu hamil, dan balita di seluruh Indonesia.
Sebanyak 50 juru masak dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rajabasa 3 mengikuti pelatihan sehari penuh yang mengajarkan teknik memasak sehat, pengelolaan bahan baku, penyimpanan makanan matang, serta penerapan standar HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points).
Peserta juga mendapatkan pembekalan tentang keamanan pangan dan hygiene pribadi untuk memastikan makanan yang disajikan memenuhi standar nasional Badan Gizi Nasional.
“Pelatihan ini bukan hanya soal memasak. Ini soal mengubah juru masak menjadi profesional yang memahami gizi, kebersihan, dan inovasi menu,” ujar Teuku Riefky Harsya. Menteri Ekraf menekankan kualitas SDM dapur MBG adalah kunci keberhasilan program yang saat ini menjangkau 65 juta penerima manfaat melalui lebih dari 21.897 unit SPPG, dengan target 83 juta penerima dan 36.600 unit SPPG pada tahun ini.
Kegiatan MASAMO memadukan pengalaman Chef Norman dengan kebutuhan lokal, termasuk pemanfaatan bahan baku dari pertanian, peternakan, dan usaha mikro di Lampung. Metode pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan memasak, tetapi juga mendorong kreativitas juru masak dalam menciptakan menu bergizi dan menarik bagi anak-anak dan balita.
Lampung dipilih sebagai lokasi pilot project karena potensi ekonominya yang besar di sektor kuliner, fesyen, kriya, dan konten digital.
Kolaborasi pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas lokal menjadi contoh model sinergi multipihak untuk mendukung program nasional sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
“Dengan MASAMO, juru masak tidak hanya menyajikan makanan. Mereka menjadi agen perubahan gizi dan kreator kuliner yang bisa mendongkrak ekonomi daerah,” tambah Teuku Riefky Harsya.
Program ini juga mendapat dukungan dari Oxone, produsen perlengkapan dapur, yang menyediakan peralatan modern untuk menunjang praktik memasak.
Kegiatan ini menegaskan pemberdayaan SDM dapur MBG melalui pelatihan profesional merupakan langkah strategis untuk menjaga kualitas, higienitas, dan kandungan gizi makanan secara konsisten di seluruh Indonesia.
Selain itu, program ini memberikan multiplier effect bagi industri lokal, dari pertanian hingga distribusi bahan pangan. (***)






















