Banyuasin

Lewat RRI Palembang, Askolani Tegaskan “Banyuasin untuk Indonesia, Banyuasin untuk Dunia”

×

Lewat RRI Palembang, Askolani Tegaskan “Banyuasin untuk Indonesia, Banyuasin untuk Dunia”

Sebarkan artikel ini

BERITAPRESS.ID, PALEMBANG | Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, SH., MM menyapa masyarakat melalui program Kepala Daerah Menyapa di Pro 1 RRI Palembang, Jumat (13/2/2026). Dalam siaran langsung dari studio RRI tersebut, ia memaparkan capaian pembangunan dan kemajuan Kabupaten Banyuasin yang, menurutnya, kini semakin dikenal luas hingga tingkat nasional dan internasional.

“Banyuasin Untuk Indonesia, Banyuasin Untuk Dunia,” ujar Askolani saat menjelaskan berbagai program pembangunan yang telah dijalankan.

Ia mengatakan, sektor pertanian masih menjadi tulang punggung kebanggaan daerah. Keberhasilan Banyuasin sebagai daerah dengan produksi padi terbesar di Indonesia pada tahun 2025, katanya, menjadi salah satu bukti nyata capaian tersebut.

Namun demikian, Askolani menegaskan bahwa kemajuan Banyuasin tidak hanya bertumpu pada pertanian. Di sektor industri manufaktur, Banyuasin juga mencatat sejarah baru di tingkat internasional. Industri yang beroperasi di Desa Karang Anyar, Kecamatan Sumber Marga Telang, disebutnya telah melakukan ekspor perdana pakan hewan peliharaan ke Filipina, bahkan pelepasan ekspor tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Perdagangan RI.

Menurutnya, capaian ini menjadikan Banyuasin sebagai satu-satunya daerah di Indonesia yang saat ini mengekspor produk pet food ke pasar global. Prestasi tersebut juga menyusul peresmian fasilitas Bioavtur pertama di Indonesia yang sebelumnya telah dilakukan di wilayah Banyuasin.

Ia menambahkan, kehadiran industri tersebut memberikan dampak langsung bagi masyarakat, dengan terserapnya sekitar 700 tenaga kerja serta penggunaan bahan baku dari nelayan dan peternak lokal.

Dalam kesempatan itu, Askolani juga membuka dialog interaktif dengan warga yang menyampaikan aspirasi melalui sambungan telepon. Salah satunya warga Desa Meritai, Kecamatan Rambutan, yang mengeluhkan persoalan lampu jalan. Selain itu, seorang warga bernama Darmawan menyampaikan keluhan terkait kemacetan di jalan lintas Palembang–Betung.

Menanggapi hal tersebut, Askolani menjelaskan bahwa membangun Banyuasin membutuhkan proses dan sinergi berbagai pihak.

“Tapi dengan kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, saya yakin satu persatu permasalahan bisa kita atasi,” ucapnya optimistis.

Ia juga menyampaikan bahwa tidak semua persoalan menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Banyuasin. Untuk lampu jalan, menurutnya, merupakan kewenangan Kementerian Perhubungan, sedangkan persoalan jalan lintas berada dalam kewenangan pemerintah pusat melalui kementerian terkait. Ia menyebutkan bahwa persoalan tersebut telah disampaikan kepada pihak berwenang untuk ditindaklanjuti.

Askolani berharap dukungan seluruh lapisan masyarakat agar visi dan misi pembangunan yang telah ditetapkan bersama Wakil Bupati dapat terwujud secara bertahap dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Hortikultura, Sarip, SP., M.Si, serta Plt Kepala Dinas Kominfo, SP Hj. Ida Bahagia, SH., MM. (*)