BERITAPRESS.ID, JAKARTA | Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meningkatkan pengawasan kualitas ikan di seluruh Indonesia untuk memastikan masyarakat menikmati Ramadan tanpa risiko keracunan makanan. Pengawasan menyasar seluruh rantai produksi, dari tambak dan kapal perikanan hingga unit pengolahan dan distribusi.
Tim pengawas dari 46 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Mutu KKP mulai melakukan inspeksi sejak pertengahan Januari. Mereka menelusuri tambak, kapal, dan fasilitas pengolahan dengan metode surveilan dan pengujian laboratorium.
Pemeriksaan mencakup patogen seperti E. coli, salmonela, dan listeria, sekaligus kandungan histamin, formalin, logam berat, dan toksin.
Di Danau Toba, petugas memantau kondisi perairan dan kualitas ikan tambak. Hasil pengawasan menunjukkan ikan dalam kondisi sehat dan aman dikonsumsi.
“Semua sampel memenuhi standar mutu, siap untuk dikonsumsi masyarakat lokal maupun pasar ekspor,” kata Nandang Koswara, Kepala Balai PPMHKP Medan I.
Sementara di Pelabuhan Kendari, petugas mengawasi muatan ikan di kapal sebelum distribusi ke pasar regional. Hasilnya sama, ikan-ikan segar lolos uji keamanan dan kualitas.
Hal ini memastikan pasokan ikan selama Bulan Suci mencukupi dan aman bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.
Pengujian laboratorium menjadi langkah utama untuk mencegah foodborne pathogen menyebar ke konsumen. Petugas melakukan uji mikrobiologi dan kimia secara rutin, termasuk pemeriksaan E. coli, salmonela, listeria, histamin, serta formalin dan logam berat. Setiap parameter diuji untuk memastikan ikan layak dikonsumsi tanpa menimbulkan risiko kesehatan.
Selain inspeksi fisik, tim KKP memantau penerapan standar produksi seperti Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) di tambak dan kapal, serta Good Manufacturing Practices (GMP) dan Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) di unit pengolahan. Langkah ini bertujuan menjaga kualitas ikan dari hulu sampai hilir.
Kegiatan pengawasan ini juga menekankan pencegahan terhadap risiko kesehatan masyarakat selama Ramadan. Dengan pemeriksaan laboratorium dan inspeksi menyeluruh, KKP menargetkan semua ikan yang beredar bebas dari patogen dan aman dikonsumsi.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sebelumnya dalam keterangannya dilaman resmi kkp menegaskan kualitas dan keamanan pangan pada rantai produksi tidak bisa dikompromikan. Penerapan sanitasi, higiene, dan standar keamanan menjadi prioritas utama untuk produk perikanan domestik maupun ekspor.
Ishartini, Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan, menyatakan, “Selain inspeksi dan surveilan penerapan standar mutu, uji laboratorium dilakukan untuk mencegah penyebaran patogen kepada konsumen. Semua dilakukan agar masyarakat menjalankan ibadah puasa dengan tenang.”
KKP menekankan bahwa pengawasan tidak hanya sekadar formalitas. Setiap langkah dirancang untuk memberikan jaminan nyata bagi masyarakat bahwa ikan yang dikonsumsi selama Ramadan berkualitas, bergizi, dan aman.(***)/one










































