BERITAPRESS.ID, BENGKULU| Dari udara, bangunan tua itu tampak tenang di antara hijaunya perbukitan Lebong. Atapnya sederhana, dindingnya kokoh, dan di sampingnya air mengalir tanpa henti. Itulah PLTA Tes, pembangkit listrik tenaga air yang telah berdiri sejak era kolonial dan masih setia menyala hingga hari ini.
Dibangun untuk mendukung aktivitas tambang emas pada masanya, PLTA Tes kini menjelma menjadi saksi perjalanan panjang energi di Bengkulu. Lebih dari satu abad, turbin-turbinnya tetap berputar, membuktikan bahwa energi terbarukan bukan sekadar wacana modern, melainkan warisan yang telah lebih dulu hadir.
Dari ketinggian, aliran Sungai Tes terlihat seperti nadi yang menghidupi pembangkit ini. Air yang sama, arus yang terus bergerak, dan semangat keberlanjutan yang tak pernah padam. Di tengah perkembangan teknologi dan tuntutan efisiensi, PLTA Tes tetap berdiri sebagai simbol ketahanan, bahwa apa yang dibangun dengan visi jangka panjang akan terus relevan lintas generasi.
Ia bukan sekadar infrastruktur. Ia adalah cerita tentang waktu, tentang perubahan, dan tentang cahaya yang terus dijaga untuk masa depan. (*)










































