Banyuasin

Banyuasin Ikuti Capacity Building TPID, Siapkan Strategi Jaga Stabilitas Harga 2026

×

Banyuasin Ikuti Capacity Building TPID, Siapkan Strategi Jaga Stabilitas Harga 2026

Sebarkan artikel ini

BERITAPRESS.ID, RAMBUTAN | Bupati Banyuasin, Askolani, diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Banyuasin, Ir. Alfian, M.M., menghadiri kegiatan Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan. Kegiatan tersebut membahas Penyusunan Laporan Kinerja TPID Tahun 2025 dalam rangka TPID Award 2026, yang digelar di Hotel Wyndham, Selasa (24/02).

Kegiatan dibuka oleh Sekda Sumsel yang diwakili Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Provinsi Sumsel, Ir. Basyaruddin Akhmad, M.Sc. Dalam sambutannya ditegaskan bahwa pengendalian inflasi membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, termasuk BUMN dan BUMD, agar harga komoditas tidak bergejolak. Ia juga mengingatkan pentingnya mempertahankan capaian dan peringkat TPID yang telah diraih pada 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Asisten II Banyuasin, Alfian, menyampaikan bahwa Banyuasin memiliki sejumlah komoditas unggulan seperti bawang, beras, dan ikan. Namun, komoditas tersebut kerap menjadi penyumbang inflasi daerah.

“Banyuasin adalah Champion Community, ada bawang, beras, ikan, itu semua unggul di Banyuasin, namun selalu masuk daftar inflasi. Kita juga ada kegiatan-kegiatan yang terprogram tapi stuck karena efisiensi. Kami juga berharap agar para petani kami jangan sampai jeblok harganya,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Analis Kebijakan dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia menyampaikan bahwa hasil efisiensi anggaran dapat dimanfaatkan untuk mendukung upaya pengendalian inflasi. TPID disebut sebagai wadah strategis pemerintah daerah dalam merumuskan langkah konkret pengendalian inflasi, sementara mekanisme harga tetap disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah.

Sementara itu, Asisten Direktur Bank Indonesia Perwakilan Sumsel, M. Ardian Dwinanto, memaparkan bahwa tingkat inflasi Sumatera Selatan pada Januari 2026 tercatat sebesar 3,33 persen (year on year) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 110,18. Angka tersebut masih berada di bawah rata-rata nasional Januari 2026 yang mencapai 3,55 persen.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh TPID kabupaten/kota di Sumatera Selatan semakin memperkuat sinergi, meningkatkan kualitas laporan kinerja, serta merumuskan strategi pengendalian inflasi yang lebih efektif dan berkelanjutan guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Koperindag Banyuasin Adam Ibrahim, S.E., M.Si., Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sarip, S.P., M.M., Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ir. Masita Liana, S.P., Plt. Kepala Dinas Kominfo Hj. Ida Bahagia, S.H., M.M., Kabag Perekonomian dan SDA H. Sashadiman Ralibi, S.Ag., serta Sekretaris Bappeda dan Litbang Banyuasin Zainal Makmun, S.Sos., M.H. (*)