BERITAPRESS.ID, PALEMBANG | Bujang Gadis Kesehatan Kota Palembang mengimbau masyarakat di Kota Palembang dan sekitarnya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kualitas udara serta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul kondisi El Niño dan meningkatnya titik panas (hotspot) yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut dikhawatirkan meningkatkan paparan asap dan partikel udara yang dapat mengganggu kesehatan, terutama meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Founder Bujang Gadis Kesehatan Palembang, Febri Zulian, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh kondisi udara yang memburuk akibat asap karhutla.
“Kami mengimbau masyarakat Palembang dan sekitarnya untuk menggunakan masker, terutama ketika harus beraktivitas di luar ruangan. Kita perlu mengantisipasi dampak asap dan kualitas udara yang kurang baik terhadap kesehatan, khususnya gangguan pernapasan,” ujar Febri Zulian.
Selain menggunakan masker, masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara sedang buruk. Masyarakat juga dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih, menjaga kebersihan lingkungan, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, tenggorokan terasa perih, atau gejala gangguan pernapasan lainnya.
Bujang Gadis Kesehatan Palembang juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap pencegahan karhutla. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan.
“Keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas. Jangan menunggu sampai kondisi semakin parah. Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan dan melindungi keluarga dari dampak asap karhutla,” tegas Febri.
Ia juga berharap pemerintah dan instansi terkait terus melakukan pemantauan kualitas udara, penanganan titik api, serta menyampaikan informasi yang mudah diakses masyarakat mengenai kondisi udara di Palembang dan sekitarnya.
Menurutnya, kewaspadaan masyarakat menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan selama kondisi udara terdampak asap karhutla. (MA)




























