Scroll untuk baca artikel
NewsOKUSSumsel

Ketika Pemimpin Turun Langsung Menyapa Tampa Sekat, Menyerap Aspirasi Warga dari Jalan Desa hingga Sekolah

×

Ketika Pemimpin Turun Langsung Menyapa Tampa Sekat, Menyerap Aspirasi Warga dari Jalan Desa hingga Sekolah

Sebarkan artikel ini

BERITAPERSS, ID OKU Selatan — Bagi sebagian masyarakat di pelosok daerah, kehadiran seorang pemimpin bukan hanya dinilai dari kebijakan yang lahir di balik meja pemerintahan.

Lebih dari itu, bagaimana seorang pemimpin hadir, melihat langsung kondisi masyarakat, mendengar keluhan, dan memahami kebutuhan warga menjadi bagian penting dari proses pembangunan.

Hal tersebut tercermin dari langkah Bupati OKU Selatan, Abusama, S.H., yang secara langsung turun ke lapangan melakukan monitoring pembangunan di sejumlah wilayah.

Dalam kunjungannya, Abusama tidak hanya memastikan progres pekerjaan berjalan sesuai rencana. Ia juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berinteraksi dengan masyarakat, mendengarkan aspirasi, serta menyerap berbagai persoalan yang dihadapi warga di lapangan.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian yakni pembangunan jalan di Desa Sumber Mulya dan Desa Sumber Jaya, Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah.

Di tengah aktivitas monitoring, pembangunan jalan menjadi lebih dari sekadar pekerjaan fisik. Bagi masyarakat desa, akses jalan merupakan bagian penting dari kehidupan sehari-hari.

Jalan menjadi penghubung antara permukiman dengan pusat ekonomi, fasilitas pelayanan publik, hingga akses pendidikan.

Karena itu, pengecekan langsung dilakukan untuk memastikan pembangunan yang dikerjakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat sebagaimana yang diharapkan.

Kehadiran Bupati Abusama di lapangan sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih dekat dengan warga. Berbagai aspirasi dapat disampaikan secara langsung, termasuk mengenai kendala infrastruktur maupun kebutuhan masyarakat yang masih memerlukan perhatian pemerintah.

Pola seperti ini membuat proses monitoring pembangunan tidak berhenti pada pemeriksaan progres pekerjaan. Ada komunikasi dua arah yang memungkinkan pemerintah memperoleh gambaran lebih nyata mengenai kondisi masyarakat.

Dari lapangan, suara masyarakat menjadi bagian penting dalam melihat kebutuhan pembangunan. Perhatian Bupati Abusama juga tidak hanya tertuju pada pembangunan infrastruktur jalan.

Sarana pendidikan menjadi bagian lain yang mendapat perhatian dalam upaya mendorong pembangunan daerah secara berkelanjutan.

Sekolah merupakan ruang penting bagi generasi muda untuk tumbuh dan memperoleh pendidikan. Karena itu, ketersediaan gedung dan sarana pendukung yang layak menjadi salah satu faktor yang menunjang proses belajar mengajar agar berlangsung dengan baik dan nyaman.

Bagi guru, fasilitas yang memadai mendukung mereka menjalankan tugas pendidikan. Sementara bagi murid, lingkungan sekolah yang layak memberikan ruang belajar yang lebih nyaman dan aman.

Pembangunan sarana pendidikan dengan demikian tidak semata-mata berbicara mengenai pembangunan gedung. Di baliknya terdapat investasi jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia OKU Selatan.

Bupati Abusama memilih melihat kebutuhan tersebut dari dekat, bukan hanya melalui laporan. Dengan turun langsung ke lapangan, berbagai persoalan dapat dilihat dalam konteks yang lebih utuh, sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan apa yang mereka rasakan dan butuhkan.

Sebab, pembangunan pada akhirnya bukan hanya tentang menyelesaikan pekerjaan fisik. Ukurannya juga terletak pada sejauh mana hasil pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.

Di jalan-jalan desa, di tengah aktivitas warga, hingga lingkungan sekolah, aspirasi itu hadir dalam bentuk yang sederhana, akses yang lebih mudah, fasilitas yang lebih layak, serta pelayanan pemerintah yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Dan di ruang-ruang itulah, pembangunan OKU Selatan terus menemukan arah—dengan masyarakat sebagai bagian penting dari prosesnya.(SR)