BERITAPRESS, ID FAKFAK/Komandan Kodim (Dandim) 1803/Fakfak, Letkol Inf Wahlin Rahman, S.Pd., memberikan pesan tegas sekaligus menyentuh dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Distrik di Bomberay, Kabupaten Fakfak, Rabu (25/02/2026). Ia meminta agar tradisi “palang memalang” segera dihentikan demi kelancaran pembangunan daerah.
Hadir mendampingi Bupati Fakfak Samaun Dahlan dan Wakil Bupati Donatus Nimbitkendik, Letkol Wahlin menekankan bahwa dukungan dari seluruh lapisan masyarakat sangat krusial bagi keberhasilan program pemerintah periode 2025-2029.
Dalam arahannya, Dandim menyatakan bahwa aksi penghambatan atau pemalangan proyek hanya akan merugikan masyarakat sendiri. Ia mengingatkan bahwa pembangunan yang dilakukan saat ini bukan sekadar mengejar fisik bangunan, melainkan investasi untuk masa depan anak cucu di masa depan.
”Tidak ada manfaatnya bila kita selalu menghambat proses pembangunan. Karena pada akhirnya, semua akan kembali ke tempat peristirahat terakhir. Proses pembangunan saat ini dipersiapkan untuk generasi penerus kita, bukan untuk siapa-siapa,” tegas Letkol Wahlin.
Alih-alih melakukan aksi yang menghambat program pemerintah, Dandim mengajak para tokoh masyarakat, kepala kampung, dan seluruh stakeholder untuk mengedepankan dialog. Menurutnya, setiap persoalan seharusnya bisa diselesaikan dengan cara “duduk dan bicara bersama” demi kepentingan yang lebih besar.
Langkah ini diharapkan dapat membawa Kabupaten Fakfak maju sejajar dengan daerah lainnya di Tanah Papua. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI/Polri, dan masyarakat menjadi kunci utama agar kesejahteraan yang dicita-citakan dapat segera terwujud tanpa hambatan di lapangan. (IB).














































