Otomotif

IKM Otomotif Siap Penuhi Kendaraan Pick-up KDKMP di Desa

×

IKM Otomotif Siap Penuhi Kendaraan Pick-up KDKMP di Desa

Sebarkan artikel ini
foto : kemenperin

BERITAPRESS.ID, JAKARTA | IKM otomotif Indonesia kini siap menjadi tulang punggung produksi kendaraan pick-up untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dukungan Kemenperin dan PIKKO memastikan produksi dalam negeri tetap prioritas, sekaligus memperkuat rantai pasok komponen otomotif lokal.

“Anggota PIKKO sudah sangat siap memproduksi kendaraan operasional KDKMP. Kita berharap kesempatan ini tetap di tangan IKM lokal, jangan malah ke impor,” ujar Rosalina Faried, Ketua PIKKO, dalam keterangan tertulisnya.

PIKKO, asosiasi IKM manufaktur komponen otomotif, sudah berkiprah 13 tahun. Anggotanya 110 IKM memproduksi komponen dari metal, plastik, rubber, karpet, hingga mould & dies, dan menjadi bagian tier 2 dan 3 industri otomotif nasional.

Mereka terlibat proyek AMMDes (Alat Mekanis Multiguna Perdesaan) yang diluncurkan pada 2018 di GIIAS. AMMDes dibuat oleh PT Velasto Indonesia (sekarang PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia) dengan komponen IKM binaan Kemenperin.

“AMMDes membuktikan kemampuan IKM lokal dalam kendaraan niaga. Pick-up KDKMP jelas bisa dibuat lokal,” tambah Rosalina.

Kemenperin mendampingi IKM melalui restrukturisasi mesin dan peralatan, sertifikasi ISO 9001, implementasi industri 4.0, lean manufacturing, hingga link & match dengan industri besar. Semua bertujuan memperkuat rantai pasok lokal, meningkatkan efisiensi produksi, dan menyerap tenaga kerja.

Kebutuhan KDKMP diperkirakan 70.000 unit pick-up. Jika dipenuhi dari produksi lokal, backward linkage ekonomi bisa mencapai Rp 27 triliun. Sekitar 6.000 tenaga kerja di rantai pasok komponen ikut bergerak, mulai dari industri ban, kaca, baterai, logam, plastik, kabel, elektronik, hingga kulit.

Rencana impor kendaraan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara menimbulkan kekhawatiran. “Produksi IKM saat ini baru 60-70%. Impor kendaraan utuh akan mengganggu ekosistem industri dan ribuan tenaga kerja,” tegas Rosalina. Menurutnya, ceruk KDKMP seharusnya menjadi peluang bagi IKM lokal, bukan impor.

Pengalaman IKM lokal dalam proyek AMMDes membuktikan mereka mampu memproduksi kendaraan sesuai standar kualitas dan keamanan. Hal ini menjadi modal bagi pemerintah untuk mempercayakan pengadaan KDKMP pada produsen lokal, sekaligus mengurangi ketergantungan impor.

Dengan kapasitas, pengalaman, dan dukungan Kemenperin, IKM otomotif lokal siap menjadi pahlawan pick-up KDKMP. Tinggal menunggu keputusan pemerintah: memberi panggung bagi produsen lokal atau membiarkan kendaraan impor mengambil alih.(***)/ONE