Bisnis

“Bisakah Kain Jumputan Palembang Menjadi Tren Global 2026?”

×

“Bisakah Kain Jumputan Palembang Menjadi Tren Global 2026?”

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG mencuri perhatian di The Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2026, yang resmi dibuka Rabu (4/1/2026) di Jakarta International Convention Center (JICC). Kota ini memamerkan Kain Jumputan dengan sentuhan emas Prada, langkah strategis untuk menembus pasar internasional dan meningkatkan daya saing produk UMKM lokal.

Ajang yang berlangsung hingga 8 Februari 2026 ini kembali menjadi magnet bagi ribuan pelaku industri kreatif dari seluruh Indonesia dan negara-negara ASEAN. Kehadiran Palembang di tengah pameran tidak sekadar sebagai peserta, tetapi membawa misi besar meningkatkan profil UMKM dan ekonomi kreatif kota.

Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani, menegaskan, “Perpaduan motif jumputan tradisional dengan emas Prada bukan sekadar estetika. Ini langkah nyata agar produk UMKM Palembang dapat bersaing di pasar global.”

Menurut Dewi, inovasi ini menjaga akar budaya asli Palembang, namun tetap relevan dengan selera pasar modern. Teknik Prada memberi kesan mewah dan elegan pada kain tradisional, sehingga menarik minat pembeli kelas menengah hingga pasar internasional.

Ribuan pengrajin lokal menggantungkan hidup dari kain tradisional. Dengan tampil di Inacraft, produk mereka memiliki peluang masuk ke pasar ekspor. Dewi menambahkan, “Partisipasi kami di Inacraft menjadi platform penting untuk memperkenalkan kreativitas lokal ke panggung internasional. Ini membuka peluang kerja baru dan memperkuat ekonomi kerakyatan.”

Menurut data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palembang, terdapat lebih dari 1.200 pengrajin kain tradisional yang aktif memproduksi Jumputan dan songket. Dengan dukungan inovasi Prada, produk ini diharapkan menjadi ikon tekstil kreatif Palembang sekaligus memperkuat branding kota di kancah ASEAN.

Rencana Ekspansi Inacraft ke Daerah

Tak hanya di Jakarta, Inacraft 2026 berencana menggelar pameran di kota lain, dengan Yogyakarta sebagai kota pertama di luar ibu kota. Dewi menyambut positif rencana ini. “Jika digelar di daerah, tentu akan semakin membantu mempromosikan produk kerajinan khas lokal. Palembang siap mendukung.”

Ekspansi ini diyakini akan membuka jalur distribusi baru bagi produk UMKM, sekaligus memperkuat jaringan pengrajin dan pedagang di tingkat nasional.

Kain Jumputan Prada kini menjadi produk unggulan untuk menembus pasar ekspor. Beberapa negara di Asia Tenggara, Eropa, dan Timur Tengah telah menunjukkan minat terhadap motif tradisional Palembang yang dikombinasikan dengan teknik mewah.

Ahli tekstil dari Universitas Sriwijaya, Dr. Rina Kartika, menilai, “Inovasi ini bisa menjadi daya tarik global karena memadukan estetika tradisional dengan sentuhan modern. Strategi branding dan kualitas produksi akan menentukan seberapa jauh produk ini bisa menembus pasar internasional.”

Dengan inovasi dan strategi pemasaran yang tepat, Palembang berpotensi menjadi pusat tekstil kreatif regional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di industri kerajinan dunia.(***)