Pagaralam

UPTD Jalan Jembatan Wilayah Lahat Pastikan Penanganan Ruas Pagaralam–Tanjung Raya Bertahap Sesuai Skala Prioritas

×

UPTD Jalan Jembatan Wilayah Lahat Pastikan Penanganan Ruas Pagaralam–Tanjung Raya Bertahap Sesuai Skala Prioritas

Sebarkan artikel ini

BERITAPRESS.ID, PAGARALAM | Penanganan ruas jalan milik Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada jalur Pagaralam–Tanjung Raya dipastikan tetap menjadi perhatian serius. Seluruh kegiatan, baik pemeliharaan rutin maupun peningkatan berkala, akan terus dilakukan secara bertahap sesuai kondisi kerusakan dan ketersediaan anggaran.

Hal tersebut disampaikan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Lahat, Parliansyah, ST, MM, saat dikonfirmasi Beritapress.id, Jumat (9/1/2026).

Menurut Parliansyah, ruas jalan Pagaralam–Tanjung Raya memiliki panjang fungsional sekitar 47 kilometer. Namun, untuk pelaksanaan rehabilitasi pada Tahun Anggaran 2025, penanganan efektif baru dapat dilakukan sepanjang 5,5 kilometer.

“Panjang fungsional ruas jalan Pagaralam–Tanjung Raya sekitar 47 kilometer. Untuk rehabilitasi tahun 2025, panjang efektif yang dapat ditangani sekitar 5,5 kilometer,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keterbatasan anggaran menjadi salah satu faktor utama sehingga penanganan belum dapat dilakukan secara menyeluruh di sepanjang ruas jalan tersebut.

“Keterbatasan biaya atau anggaran dari Pemerintah Provinsi menjadi pertimbangan utama, sehingga penanganan dilakukan secara bertahap dan berdasarkan skala prioritas,” katanya.

Parliansyah juga mengharapkan peran serta rekan-rekan media dalam memberikan masukan dan informasi terkait kondisi ruas jalan yang menjadi kewenangan UPTD Wilayah Lahat.

“Kami sangat membutuhkan masukan dari rekan-rekan media yang sering melakukan pemantauan lapangan, karena UPTD memiliki keterbatasan untuk memantau langsung seluruh ruas jalan,” tuturnya.

Sebelumnya, proyek tambal sulam (road patching) pada ruas jalan provinsi jalur lintas Kota Pagaralam menuju Kabupaten Empat Lawang (4L) sempat menuai sorotan masyarakat. Proyek yang didanai anggaran puluhan miliar rupiah dari Dinas PUBMTR Provinsi Sumsel tersebut dinilai belum maksimal, karena masih ditemukan sejumlah lubang jalan yang belum tertangani.

Menanggapi hal tersebut, Parliansyah menegaskan bahwa penanganan jalan di wilayah kerjanya telah dilakukan secara bertahap, baik melalui pemeliharaan rutin maupun paket pemeliharaan berkala.

“Untuk ruas jalan Pagaralam–Tanjung Raya pada Tahun Anggaran 2025, penanganan sudah dilaksanakan sesuai kondisi kerusakan di lapangan, mulai dari kerusakan berat hingga rusak sedang,” ujarnya.

Ia menambahkan, kerusakan jalan yang belum tertangani akan menjadi prioritas pada Tahun Anggaran 2026.

“Penanganan di lapangan dilakukan sesuai skala prioritas. Untuk kerusakan yang belum tertangani, akan dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2026. Mudah-mudahan seluruh kerusakan dapat segera ditangani dengan baik,” pungkasnya.

Laporan: 09/PAI