Bisnis

“Mantra Pesulap Bikin Terpesona, MANTRA Kemenperin Bikin IKM Heboh!”

×

“Mantra Pesulap Bikin Terpesona, MANTRA Kemenperin Bikin IKM Heboh!”

Sebarkan artikel ini
foto : kemenperin

MANTRA biasanya dipakai pesulap buat bikin orang terpana, melongo, sampai ada yang tercebur popcorn saking kagetnya. Tapi MANTRA versi Kementerian Perindustrian itu beda bro.., bukan sulap, bukan trik panggung, dan sama sekali nggak ada kelinci muncul tiba-tiba. Ini adalah “mantra serius” yang bikin IKM fesyen dan kriya naik kelas lebih rapi, lebih efisien, dan lebih siap dari kucing tetangga yang baru belajar trik duduk manis.

Jadi ceritanya, empat IKM terpilih di Bali Geokraft, Amod Bali, Jaya Dewata, dan TB Shop dikirim ke program MANTRA Bali dari 12 November sampai 12 Desember 2025. Mereka datang dengan wajah setengah bingung, setengah pasrah, karena sebelumnya manajemen produksi mereka lebih mirip sirkus kucing liar, kain berserakan, pola hilang entah kemana, bahan baku seperti penonton konser rock yang baru masuk tanpa tiket.

Geokraft adalah yang paling drama, dulu papan monitoring mereka lebih mirip papan tulis anak TK habis perang kapur, Lah, sekarang beda lagi,  mereka punya papan monitoring order yang bikin setiap pegawai tahu apa yang harus dikerjakan, dan kalau salah, langsung ditegur halus, bukan dilempar kelinci.

Malah, Amod Bali juga nggak kalah kocak, mereka bikin timeline produksi berbasis transparansi. Jadi nggak ada lagi drama “orde ini kok belum selesai?” atau “Siapa yang nyolong benang terakhir?” Semua jelas, semua tertib, semua adem kayak nonton pesulap main trik tanpa nonton drama.

Jaya Dewata mulai belajar keselamatan kerja itu nggak main-main, mereka menyiapkan P3K, pelabelan bahan baku, dan menata area produksi supaya nggak ada yang tersandung kain, terpeleset benang, atau tiba-tiba kepikiran “Eh bro, ini bahan buat pesulap apa?” TB Shop juga ikut berevolusi, menata area kerja supaya alur jelas. Kalau ada pegawai baru yang nyasar, cukup ikuti label tanpa perlu panggil pesulap buat bikin mereka kagum.

Yang paling lucu adalah mindset peserta sebelum program, sebab banyak yang datang berharap MANTRA ini kayak mantra sulap, bilang “abrakadabra,” otomatis omzetnya naik, produksi rapi, pegawai tersenyum manis. Ternyata, kuncinya bukan sulap, tapi kerja keras, manajemen tertata, dan kolaborasi tim.

Jadi MANTRA ini sebenarnya adalah “trik sulap nyata” tapi trik-nya bukan bikin orang melongo, melainkan bikin IKM teratur, efisien, dan produktif.

Fondasi IKM kuat

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bilang, memperkuat manajemen IKM itu kayak membangun fondasi rumah dari permen karet, kalau asal tempel, roboh deh! MANTRA hadir buat bikin fondasi IKM kuat, supaya produksi lebih tertata, kualitas meningkat, dan tim kerja makin kompak tanpa ada asap, kelinci, atau trik sulap.

Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita menambahkan, transformasi IKM itu kayak merapikan lemari baju super penuh tumpukan. Kalau nggak tertata, susah cari baju bagus, mood kerja kacau, omzet mandek.

Maka dengan demikian, dengan MANTRA, setiap bahan baku punya label, setiap pegawai tahu tugasnya, dan alur produksi jelas, sehingga ada efeknya? misalnya produksi efisien, kualitas kerja naik, dan budaya kerja makin sehat.

Kepala BPIFK Dickie Sulistya Aprilyanto bilang, inti MANTRA bukan cuma soal keterampilan teknis, tapi perubahan pola pikir. Misalnya dulu, karyawan yang  cuek kayak penonton konser metal, sekarang jadi disiplin, kolaboratif, dan siap perbaikan berkelanjutan.

Jadi, MANTRA itu bikin mereka sadar, trik sukses bisnis itu bukan sulap, tapi ketekunan dan manajemen rapi plus sedikit humor, biar nggak stress.

Oleh sebab itu, sebenarnya yang paling penting? tidak ada jalan pintas untuk sukses. Omzet naik bukan karena mantra atau trik pesulap, tapi karena manajemen tertata, disiplin dijalankan terus-menerus, dan kerja tim solid. Apalagi MANTRA ini seperti chef ngajarin resep rahasia bikin kue lezat, nggak ada sulap, tapi kalau diterapkan teliti, hasilnya pasti mantep.

MANTRA bukan sulap, bukan trik pesulap, bukan jampi-jampi, namun ini program transformasi nyata untuk membangun fondasi IKM fesyen dan kriya yang kuat, efisien, dan berdaya saing. Kalau kamu pelaku IKM dan berharap omzet naik cuma dengan kata “abrakadabra” siap-siap kecewa. Tapi kalau mau belajar manajemen tertata, disiplin, dan kolaboratif, MANTRA siap jadi “trik sulap nyata” buat bisnismu tanpa kelinci, tanpa asap, tapi bikin ngakak sambil paham cara bikin usaha makin sehat. (***)