MEMBENTUK karakter positif sejak kecil memang penting, ada 7 kebiasaan anak hebat yang bisa diterapkan setiap hari oleh orang tua untuk mendukung tumbuh kembang anak. misalnya kamu masuk kelas pagi-pagi buta, mata masih setengah tidur, rambut kayak habis perang sama bantal, dan tiba-tiba bel berbunyi ding-dong-ding!
Di situ biasanya muncul dua tipe murid yang kayak zombie nyaris terguling dari kursi karena kesiangan, dan yang sudah duduk manis sambil menyiapkan buku. Bedanya cuma satu disiplin. Yup, disiplin itu ternyata bisa jadi senjata rahasia buat jadi murid paling kece di sekolah.
Di SMPN 1 Tarogong Kaler, Garut, acara deklarasi Gerakan Rukun Sama Teman kemarin jadi ajang seru dan penuh pesan edukatif. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa pendidikan nasional bukan cuma soal pelajaran, tapi juga membentuk karakter anak. “Jadilah generasi muda yang serba tau, generasi serba bisa, serta generasi rendah hati dan berakhlak mulia, guna membangun kemajuan untuk Garut dan Indonesia,” ujarnya. Di sini kita bisa lihat, kebiasaan baik itu penting dan nyata efeknya di sekolah!
Liat deh Rifki Aidil Adha dan Regina Calsabila, murid SMPN 1 Tarogong Kaler, Garut. Rifki bilang, kebiasaan baik bikin dia lebih fokus belajar, cepat paham pelajaran, dan yang paling penting lebih dekat dengan teman-temannya.
Regina nambahin, sekolah jadi lebih hangat kalau anak-anak saling menghormati dan menolong teman. Bahkan Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, memberi apresiasi “Gerakan ini harus dimaknai dengan membangun hubungan baik sesama teman, sesama teman boleh untuk bercanda tapi tidak boleh saling menyakiti.”
Bangun pagi, siap-siap rapi, datang tepat waktu. Kedengarannya klise, tapi kamu telat, semua teman udah belajar, guru udah mulai ngejelasin, dan kamu panik nyari tempat duduk sambil mukul-mukul tas.
Efek nya ketinggalan pelajaran, mood jelek, siap-siap dicap anak rempong. Sebaliknya, disiplin bikin kamu selalu siap tempur, fokus belajar, dan jadi teman yang bisa diandalkan. Bahkan bisa bikin guru senyum tipis sambil bilang, “Akhirnya ada yang nggak terlambat!”
Anak yang suka membaca dan belajar rutin biasanya cepat nangkep pelajaran, gampang ngerjain PR, dan kadang bisa bikin guru ternganga karena jawaban spontan. Menteri Mu’ti juga menekankan, “Jadikan ilmu sebagai modal utama untuk menjalani hari, dengan ilmu semua menjadi mudah, dengan seni semua menjadi indah, dan dengan akhlak semua menjadi mulia.”
Jadi, membaca dan belajar rutin itu bukan cuma bikin pinter, tapi bikin hidup lebih indah dan bermakna bahkan menolong teman juga ternyata kekuatan super yang sering diremehkan. Pernah nggak lihat teman kesulitan ngerjain PR cuma diem?.
Selain bikin teman senang, kamu juga belajar sabar dan empati. Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Putri Utami, menambahkan, “Gerakan ini mengajak murid untuk menjadikan sekolah sebagai rumah kedua dengan rukun bersama teman serta menghormati orang tua dan guru.”
Anak yang punya empati biasanya gampang bikin teman baru, jarang ribut, dan otomatis bikin sekolah lebih asik. Bonusnya teman yang kamu tolong bakal ingat, dan suatu hari bisa nolongin balik kalau kamu kelabakan!
Mental tangguh
Gabungan kebiasaan ini bukan cuma bikin sekolah lancar, tapi juga membentuk mental tangguh. Anak yang rutin punya kebiasaan baik cenderung lebih percaya diri, nggak gampang panik, dan tahan banting menghadapi tantangan. Misal, PR mendadak, ulangan dadakan, atau drama persahabatan, semua bisa dihadapi lebih santai, nggak pakai drama lebay.
Biar lebih greget, coba beberapa micro habit sederhana tapi ampuh, mulai hari dengan senyum lebay ke teman (bisa bikin teman ngakak dan mood kelas positif), tulis jurnal 5 menit tentang hal baik yang kamu lakukan hari itu, misal “Hari ini aku nolong temen nggak bikin PR sambil ngupil,” dan bantu orang tua di rumah, sekadar beresin meja makan atau menyapu. Siapa tahu dapet bonus pujian ala drama sinetron.
Kebiasaan ini juga jadi anti-bullying power, misalnya kalau semua murid saling menghormati, menolong teman yang kesulitan, dan menjaga kata-kata. Sekolah otomatis lebih aman, nyaman, dan penuh tawa. Apalagi kalau dikombinasikan dengan Gerakan Rukun Sama Teman, bercanda boleh, tapi jangan sakiti teman.
Satu anak disiplin bisa bikin teman-temannya ikutan disiplin, seperti satu anak menolong bisa bikin teman lain ikut menolong, lingkungan sekolah jadi hangat, nyaman, dan penuh keceriaan. Kebiasaan baik itu menular, seperti virus yang nggak bikin sakit tapi bikin hati happy.
Intinya, 7 Kebiasaan Anak Hebat itu bukan sekadar slogan keren di dinding sekolah. Ini panduan hidup sehari-hari yang bikin kamu murid lebih hebat, teman lebih asik, dan anak lebih bahagia. Mulai dari disiplin, membaca, menolong teman, sampai senyum lebay tiap pagi.
Semua hal kecil ini kalau konsisten bisa jadi superpower yang bikin hidup sekolah lebih seru, bermakna, dan… ngakak bareng teman-teman!
Jadi, tunggu apa lagi? ambil buku, bangun tepat waktu, senyum lebay ke teman, dan mulai bentuk kebiasaan hebatmu hari ini, karena siapa tahu, senyum kocakmu pagi ini bikin satu kelas happy, satu sekolah nyaman, dan satu generasi masa depan lebih hebat—plus ngakak bareng Rifki, Regina, Menteri Mu’ti, Wakil Bupati Putri Karlina, dan semua temanmu!. (***)










































