BERITAPRESS.ID, PAGARALAM | Proyek tambal sulam atau road patching pada ruas jalan provinsi jalur lintas Kota Pagaralam menuju Kabupaten Empat Lawang (4L), Provinsi Sumatera Selatan, menuai sorotan masyarakat. Pekerjaan yang didanai anggaran puluhan miliar rupiah dari Dinas PUBMTR Provinsi Sumsel ini diduga dikerjakan tidak tuntas dan terkesan asal jadi.
Pantauan di lapangan menunjukkan masih banyak lubang jalan, baik besar maupun kecil, yang tidak ditambal. Kondisi ini menimbulkan dugaan bahwa pekerjaan tambal sulam hanya dilakukan pada titik-titik tertentu, sementara kerusakan lainnya dibiarkan.
Mewakili masyarakat di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Jarai, Muara Payang, dan Suka Merindu, H. Pian menyampaikan bahwa perbaikan jalan merupakan tanggung jawab penuh pihak rekanan. Menurutnya, seluruh lubang di jalan lintas antar kabupaten tersebut seharusnya ditangani secara menyeluruh demi keselamatan pengguna jalan.
“Kalau jalannya bagus, bukan hanya aman dan nyaman bagi pengendara, tapi juga berdampak pada kelancaran perputaran ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti masih banyaknya lubang jalan di sepanjang akses dari gerbang Kota Pagaralam hingga gerbang Kabupaten Empat Lawang, seperti di depan Pasar Kalangan Jarai dan jembatan di Desa Rambai Kaca, Kecamatan Suka Merindu, yang hingga kini belum diperbaiki secara maksimal.
“Kalau pun ada tambal sulam, pengerjaannya tidak tuntas. Masih banyak kerusakan yang ditinggalkan,” keluhnya.
Warga menilai, proyek tersebut seolah menjadi pekerjaan rutin tahunan yang tidak diselesaikan secara menyeluruh. Bahkan, perbaikan baru dilakukan ketika muncul kritik dari masyarakat.
Selain mengganggu kenyamanan, lubang jalan yang dibiarkan terbuka dinilai membahayakan keselamatan pengendara, terlebih di musim hujan. Masyarakat menduga adanya oknum pemborong nakal yang hanya menambal lubang besar tanpa memperhatikan kerusakan lainnya.
Sementara itu, Kepala UPTD Jalan dan Jembatan Dinas PUBMTR Provinsi Sumsel, Parliansyah ST, saat dikonfirmasi pada akhir tahun lalu menyebutkan bahwa pekerjaan tambal sulam tersebut tinggal tahap finishing. Namun hingga kini, kondisi jalan penghubung Pagaralam–Lahat dan Pagaralam–Empat Lawang masih terlihat banyak lubang yang belum diperbaiki.
Dengan nilai kontrak yang tergolong fantastis dan mencapai puluhan miliar rupiah pada Tahun Anggaran 2025, masyarakat berharap pihak terkait melakukan evaluasi serius agar perbaikan jalan benar-benar dikerjakan secara tuntas dan berkualitas.
Laporan : 09/PAI










































