Ngakak

Talenta Muda Ini Bisa Genjot PDB Ekraf Rp 1.500 T, Benarkah?

×

Talenta Muda Ini Bisa Genjot PDB Ekraf Rp 1.500 T, Benarkah?

Sebarkan artikel ini
foto :ekraf

Bagaimana hackathon blockchain dan kreativitas digital bisa jadi mesin baru pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia

COBA bayangkan jika ratusan talenta muda berkumpul di sebuah hotel mewah Jakarta, laptop di tangan, kopi dan camilan di meja, dan mata mereka berbinar penuh ide. Inilah Infinity Hackathon 2025, event yang bukan cuma ajang pamer coding, tapi mesin potensial untuk mengakselerasi PDB ekraf Rp 1.500 T.

Kementerian Ekraf dan OJK menggandeng para inovator, developer, dan startup untuk membuktikan satu hal, talenta muda bisa jadi ujung tombak pertumbuhan ekonomi kreatif, dengan bantuan teknologi blockchain.

Kalau biasanya blockchain identik dengan mata uang kripto dan istilah yang bikin kepala pusing, di sini teknologinya dipakai untuk transparansi supply chain kreatif, siapa yang bikin, siapa yang jual, siapa yang dapat royalti.

Smart contract otomatis tujuannya untuk royalti dan hak cipta tercatat tanpa drama dan NFT dan tokenisasi aset kreatif maksudnya karya digital bisa dijual ke pasar global.

Jadi, bukan cuma cerita sci-fi, ini nyata. Talenta muda yang pintar utak-atik kode bisa bikin ekraf makin maju sambil ngopi santai di hotel bintang lima.

Infinity Hackathon 2025 diluncurkan Oktober lalu, roadshow ke empat kota, dan menarik 757 pendaftar. Dari situ, hanya 10 finalis yang akhirnya naik panggung Demo Day untuk mempresentasikan proyek mereka.

Misalnya saja, jika ide kecil di laptop kamu bisa jadi pembangkit PDB Rp 1.500 T. Serius, bukan bercanda. Apalagi dengan dukungan OJK, regulasi jadi sahabat, bukan musuh inovator digital.

Menurut saya, ada beberapa alasan kenapa talenta muda dan blockchain bisa jadi game-changer, pertama, frugal innovation disini inovasi jadi hemat biaya, tapi berdampak besar.

Monetisasi baru – tokenisasi aset kreatif membuka peluang royalti yang lebih adil. Skalabilitas Digital maksudnya teknologi memungkinkan karya lokal menyebar ke pasar global.

Kalau dijumlahkan, PDB ekraf Rp 1.500 T bukan sekadar angka, tapi potensi ekonomi nyata yang bisa disentuh oleh talenta muda. Kalau mereka terus diasah, lapangan kerja 27,4 juta pekerja ekraf bisa makin produktif.

Jadi, benarkah talenta muda bisa genjot PDB ekraf Rp 1.500 T? Jawabannya, iya, kalau talenta itu diberi wadah, teknologi, dan dukungan regulasi yang tepat. Hackathon seperti Infinity Hackathon 2025 bukan sekadar ajang coding, tapi laboratorium ide-ide besar untuk ekonomi kreatif Indonesia.

Jika kamu seorang kreator atau developer muda, jangan cuma rebahan sambil scroll medsos. Bayangkan dirimu di panggung hackathon, ide di laptopmu bisa jadi cerita sukses ekonomi kreatif Indonesia. Dan siapa tahu, PDB Rp 1.500 T itu bisa makin hijau berkat kreativitasmu.[***]