BERITAPRESS, ID FAKFAK/Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Sorong Program Studi (Prodi) Diploma III Keperawatan Fakfak sukses menggelar sidang senat terbuka wisuda angkatan tahun akademik 2024/2025.
Acara yang berlangsung di Ballroom Hotel Grand Papua Fakfak, Jumat (28/11/2025) ini, dipimpin langsung oleh Wakil Direktur I Poltekkes Kemenkes Sorong, Yogik Setia Anggraini, Ners., M.MedEd, dengan total 26 lulusan yang resmi menyandang gelar Ahli Madya Keperawatan (Amd.Kep).
Dari puluhan wisudawan tersebut, satu nama berhasil mencuri perhatian dengan predikat terbaik. Windy Viona Letsoin, Amd.Kep, mahasiswi kelahiran Fakfak, 2 Maret 2001, sukses meraih gelar cumlaude dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi, yakni 3,90. Viona tercatat sebagai anak kedua dari Enrico Letsoin, yang merupakan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Fakfak.
Sementara itu, lulusan terbaik kedua diraih Rizky Saimima, Amd.Kep (IPK 3,85), disusul Wa Titin Agustin, Amd.Kep (IPK 3,84), dan 23 lulusan lainnya meraih predikat sangat memuaskan.
Asisten I Setda Fakfak Arif H. Rumagesan, S.Sos., M.AP, yang mewakili Bupati Fakfak, turut hadir dan menyampaikan apresiasi. Ia menegaskan bahwa perawat adalah ujung tombak pelayanan kesehatan, sehingga Kabupaten Fakfak sangat membutuhkan tenaga kesehatan kompeten, berintegritas, dan memiliki kepedulian tinggi.
Keberhasilan pembangunan sektor kesehatan di daerah, kata Arif, sangat bergantung pada kualitas pelayanan yang diberikan oleh tenaga medis.
Dalam sambutannya, Arif H. Rumagesan berpesan kepada para lulusan untuk selalu memegang teguh etika profesi. “Pegang teguh etika profesi, berikan pelayanan dengan hati, kejujuran, dan ketulusan. Bangun kepercayaan masyarakat melalui sikap dan tindakan,” tegasnya.
Ia berharap agar kolaborasi antara Pemda Fakfak dan Poltekkes Kemenkes Sorong terus diperkuat dalam mencetak SDM kesehatan unggul di Tanah Papua.
Windy Viona Letsoin, dalam kesempatan menyampaikan pesan dan kesan mewakili para wisudawan, mengungkapkan bahwa perjalanan tiga tahun menempuh pendidikan merupakan pengalaman penuh makna dan pembentukan karakter. Viona menuturkan, dukungan orang tua dan bimbingan para dosen menjadi kekuatan besar yang menopang perjalanan akademiknya. “Doa orang tua dan kesabaran para dosen adalah penyemangat terbesar bagi kami,” ucapnya penuh haru.
Viona juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh civitas akademika Poltekkes Kemenkes Sorong, yang dianggapnya sebagai figur pendidik sekaligus orang tua kedua. Ia berharap kampus tercinta terus berkembang menjadi pusat pendidikan kesehatan berkualitas di Papua Barat, sementara ia dan rekan-rekannya siap terjun ke dunia pengabdian.
Menutup pesannya, wisudawati terbaik ini menyerukan semangat kontribusi kepada rekan-rekannya. “Dunia kesehatan menanti kontribusi kita. Mari memberikan pelayanan terbaik tanpa memandang suku, agama, ras, atau status sosial. Jaga nama baik almamater dan hadirkan perubahan positif di tengah masyarakat,” tutup Viona, yang kini resmi menyandang gelar Ahli Madya Keperawatan. (IB).










































