Banyuasin

Warga Kenten Laut Keluhkan Kualitas Air yang Keruh dan Berbau

×

Warga Kenten Laut Keluhkan Kualitas Air yang Keruh dan Berbau

Sebarkan artikel ini

BERITAPRESS.ID, BANYUASIN | Sejumlah warga di wilayah Kenten Laut dan sekitarnya, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, mengeluhkan kualitas layanan air bersih dari PDAM Tirta Bertuah yang dinilai menurun dalam beberapa pekan terakhir.

Air yang mengalir ke rumah-rumah warga disebut keruh, berwarna hitam pekat, berbau tidak sedap, bahkan terkadang tidak mengalir sama sekali. Kondisi tersebut dikeluhkan warga Perumahan Griya Damai Indah, Polygon, Taman Sari I, hingga Taman Sari II.

“Airnya hitam dan baunya menyengat. Kami tidak berani menggunakannya untuk mandi, apalagi untuk konsumsi. Kadang berhari-hari juga tidak mengalir,” ujar Adi Rambang, warga Griya Damai Indah, Jumat (21/2/2026).

Menurut warga, persoalan ini sebenarnya bukan pertama kali terjadi. Namun dalam beberapa waktu terakhir, kualitas air dinilai semakin memburuk. Akibatnya, sebagian warga terpaksa membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari seperti memasak dan sanitasi.

Ketua RT setempat, Mutadin, mengatakan pihaknya sudah berulang kali menyampaikan laporan kepada pengelola layanan air. Namun hingga kini belum ada perbaikan yang signifikan.

“Kami berharap ada tindakan nyata, bukan sekadar janji,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan Rommel, warga lainnya, yang bahkan merekam kondisi air keruh dan berbau yang keluar dari pipa PDAM sebagai bentuk dokumentasi. Ia menegaskan bahwa warga selama ini tetap rutin membayar tagihan.

“Kami pelanggan yang rutin membayar. Tetapi yang kami terima air keruh, kehitaman, dan berbau. Jauh dari layak pakai,” ujarnya.

Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Banyuasin serta anggota DPRD Kabupaten Banyuasin untuk segera turun tangan melakukan pemeriksaan kualitas air dan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan perusahaan daerah tersebut.

Kabupaten Banyuasin sendiri merupakan wilayah penyangga Palembang dengan pertumbuhan kawasan permukiman yang cukup pesat. Ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan mendesak seiring bertambahnya jumlah penduduk.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari manajemen PDAM Tirta Bertuah terkait penyebab air berwarna hitam dan berbau tersebut, termasuk langkah penanganan yang akan dilakukan. Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar pelayanan air bersih kembali normal dan memenuhi standar kesehatan. Jika tidak, mereka mengancam akan melakukan aksi bersama sebagai bentuk protes. (ril)