BERITAPRESS.ID, OKU SELATAN| Konektivitas antarwilayah kembali terjaga setelah ruas jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, dengan Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, kembali dapat dilalui. Jalur strategis ini sebelumnya sempat terputus akibat longsor, yang berdampak langsung pada mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian lintas daerah.
Pemulihan akses tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi warga, mengingat jalur ini merupakan urat nadi transportasi dan distribusi logistik antarwilayah. Di balik pemulihan cepat tersebut, terlihat kuatnya peran kepemimpinan dan sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah dan aparat keamanan.
Sebagai wujud tanggung jawab serta komitmen terhadap pelayanan publik, Bupati OKU Selatan Abusama, S.H., bersama Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana, S.H., S.I.K., M.I.K., turun langsung meninjau lokasi terdampak longsor di Kecamatan Sindang Danau, Jumat sore (2/1/2026).
Rombongan tiba di lokasi longsor Desa Muara Sindang Ilir sekitar pukul 16.00 WIB. Turut mendampingi Wakapolres OKU Selatan Kompol Hendro Suwarno, jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres OKU Selatan, serta unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten OKU Selatan.
Bupati OKU Selatan Abusama menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di lapangan merupakan bentuk kepemimpinan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat, terutama dalam situasi darurat bencana
” Keselamatan dan kenyamanan masyarakat adalah prioritas utama. Pemerintah tidak boleh hanya menunggu laporan, tetapi harus hadir langsung memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat. Jalan ini sangat vital bagi kehidupan sosial dan ekonomi warga, ” ujar Bupati Abusama di sela peninjauan.
Sementara itu, Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana menekankan pentingnya peran kepolisian dalam menjamin keamanan dan kelancaran proses pemulihan, sekaligus memastikan keselamatan pengguna jalan.
” Kami hadir untuk memastikan akses ini aman dilalui dan proses pemulihan berjalan tertib. Personel kami siagakan di lokasi untuk pengamanan, pengaturan lalu lintas, serta antisipasi apabila terjadi longsor susulan,” tegas Kapolres.
Peninjauan lapangan tersebut tidak hanya berfokus pada pembersihan material longsor, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam pengambilan kebijakan cepat, terukur, dan berbasis kondisi riil di lapangan, guna menjamin kelancaran arus transportasi serta keberlanjutan aktivitas masyarakat lintas kecamatan hingga lintas provinsi.
Diketahui, longsor terjadi pada Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 13.45 WIB, dipicu hujan dengan intensitas tinggi. Runtuhan tanah menutup badan jalan yang merupakan satu-satunya akses utama penghubung Kecamatan Pulau Beringin menuju Kecamatan Sindang Danau dan Sungai Are, hingga tembus ke Kecamatan Muara Saung, Provinsi Bengkulu. Akibatnya, arus lalu lintas dan mobilitas warga sempat terhenti lebih dari 24 jam.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Selatan bergerak cepat dengan mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsoran.
Hingga Jumat petang, ruas jalan tersebut telah dinyatakan open traffic dan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Meski demikian, masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan. Kondisi jalan yang masih berlumpur dan licin, ditambah curah hujan yang relatif tinggi, berpotensi menimbulkan risiko.
Aparat kepolisian bersama OPD terkait terus melakukan pengamanan, pengaturan lalu lintas, serta pemantauan intensif di lokasi.
Proses pemulihan secara menyeluruh masih menghadapi kendala cuaca. Pekerjaan perapian badan jalan sementara dihentikan pada Jumat sore dan dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Sabtu pagi (3/1/2026).
Pemerintah Kabupaten OKU Selatan juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk mendatangkan tambahan alat berat, guna mempercepat normalisasi jalur vital penghubung OKU Selatan–Bengkulu secara optimal. (**)








































