SEKOLAH inklusif di Deli Serdang ini bikin hati hangat sekaligus ngakak. Di SRMP 1 Deli Serdang, semua anak, termasuk murid penyandang disabilitas, belajar bareng tanpa ada bedanya.
Anak-anak bebas menari, berpidato, dan saling bercanda, sementara guru-guru sibuk jadi detektif bakat mencari sisi hebat setiap anak.
Pendidikan inklusif di sini bukan sekadar teori, tapi pengalaman seru yang bikin semua murid merasa istimewa.
Sabtu itu, suasana SRMP 1 Deli Serdang serasa stadion mini. Anak-anak menyambut Menteri Sosial Gus Ipul dengan yel-yel penuh energi.
Ada yang sampai lompat-lompat, ada juga yang kayak kucing kebingungan tapi tetap semangat.
Gus Ipul pun langsung disambut Fahry Adris, komandan barisan yang sepertinya sudah latihan seperti Kapten Marvel. “Fahry, semangat ya!” kata Gus Ipul sambil memberi pelukan, bikin semua murid tertawa.
Di antara kerumunan itu, ada Alifa, siswi dengan down syndrome, yang duduk tenang tapi matanya berbinar-binar. Gus Ipul menekankan, “Anak-anak seperti Alifa punya kehebatan masing-masing. Guru-guru, tugas kalian seperti detektif bakat cari dan asah keistimewaan mereka!” Lucu sekaligus bikin haru.
Yang bikin panggung makin meriah adalah toleransi anak-anak. Saat tarian dimulai, terlihat anak-anak Muslim, Katolik, dan Nasrani menari bersama.
Ada yang sengaja salah langkah, ada yang “ngoceh” sendiri, tapi semua tertawa bareng. Gus Ipul menegaskan “Di sini tidak ada bullying, kekerasan, atau intoleransi. Anak-anak harus rukun, tapi boleh kok ketawa konyol juga!”
SRMP 1 Deli Serdang punya konsep Multi Entry Multi Exit, artinya anak-anak belajar sesuai bakatnya sendiri. Jadi kalau ada yang jago nyanyi tapi nggak suka matematika, nggak masalah. Guru-guru jadi semacam pemandu bakat pribadi, kadang kayak sutradara film, kadang kayak cheerleader paling heboh.
Acara paduan suara, pidato bahasa Inggris dan Arab, sampai puisi, semuanya bikin penonton tersenyum. Anak-anak belajar serius tapi tetap fun. Itu inti dari sekolah inklusif anak hebat lahir dari kebebasan mengekspresikan diri, bukan dari takut salah.
SRMP 1 Deli Serdang membuktikan pendidikan inklusif itu bisa bikin anak-anak bersinar dan tetap bahagia. Dengan sedikit humor, banyak toleransi, dan detektif bakat ala guru, semua anak bisa menjadi hebat.
Pesanya jangan takut berbeda, jangan takut konyol, karena justru di situ lah kehebatanmu muncul. Sekolah inklusif bukan hanya soal belajar, tapi soal bagaimana anak-anak belajar tertawa, bersatu, dan bersinar bersama. (***)










































