BERITAPRESS.ID, BENGKULU UTARA | PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) terus memperkuat kualitas layanan kepada masyarakat menjelang Ramadan hingga Idul Fitri. Salah satu langkah yang dilakukan adalah meningkatkan akurasi data pelanggan listrik.
Upaya ini dilakukan melalui PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Argamakmur dengan menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bengkulu Utara untuk melakukan verifikasi dan penyelarasan data pelanggan berbasis Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor BPS Bengkulu Utara ini menjadi bagian dari langkah strategis PLN dalam memastikan data pelanggan listrik semakin akurat, valid, dan selaras dengan basis data sosial ekonomi nasional. Melalui proses groundcheck dan sinkronisasi data, kedua instansi berupaya menghadirkan basis data yang lebih presisi sebagai fondasi peningkatan kualitas pelayanan kelistrikan kepada masyarakat.
Manager PT PLN (Persero) ULP Argamakmur, Ferry Adrianta, mengatakan kolaborasi dengan BPS menjadi langkah penting untuk memperkuat validitas data pelanggan sehingga pelayanan PLN dapat berjalan lebih tepat sasaran.
“Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memastikan data pelanggan listrik semakin akurat dan selaras dengan basis data nasional. Dengan data yang valid, PLN dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, termasuk dalam memastikan kesiapan pasokan listrik menjelang Ramadan dan Idul Fitri,” ujar Ferry.
Dari tempat terpisah, General Manager PT PLN (Persero) UID Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (S2JB), Adhi Herlambang, turut mengapresiasi sinergi yang dibangun antara PLN dan BPS dalam memperkuat kualitas data pelanggan listrik.
Menurutnya, integrasi data yang akurat akan menjadi fondasi penting dalam mendukung berbagai program pelayanan kelistrikan, sekaligus memastikan kebutuhan listrik masyarakat dapat terpenuhi dengan baik, terutama pada periode Ramadan hingga Idul Fitri yang biasanya diiringi peningkatan aktivitas masyarakat.
“PLN terus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menghadirkan pelayanan kelistrikan yang semakin andal. Dengan dukungan data yang terintegrasi dan akurat, kami optimistis pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal,” ungkap Adhi.
Sementara itu, Statistisi Ahli Muda Badan Pusat Statistik Bengkulu Utara, Afif Fandy, menyambut baik kolaborasi tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat integrasi data sektoral dengan basis data nasional.
“Melalui pemanfaatan skema DTSEN dan proses verifikasi di lapangan, diharapkan data yang dihasilkan semakin akurat dan dapat mendukung perencanaan pembangunan ke depannya,” jelasnya.
Melalui kolaborasi ini, PLN berharap penguatan integrasi data pelanggan dapat meminimalkan potensi ketidaksesuaian data sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan kelistrikan yang tepat sasaran. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari komitmen PLN dalam menjaga keandalan listrik dan memberikan layanan terbaik bagi masyarakat. (*)















































