FakfakPapua

Profil Peter Letsoin, Calon Ketua Umum PSSI Fakfak

×

Profil Peter Letsoin, Calon Ketua Umum PSSI Fakfak

Sebarkan artikel ini

BERITAPRESS, ID FAKFAK/Nama Peter Letsoin bukan sosok asing di dunia sepak bola Kabupaten Fakfak. Lebih dari empat dekade, ia mendedikasikan hidupnya sebagai pemain, pelatih, manajer, wasit, hingga pengelola kompetisi. Kini, Peter Letsoin maju sebagai Calon Ketua Umum PSSI Kabupaten Fakfak dengan visi membangun sepak bola Fakfak yang berprestasi, profesional, dan berkelanjutan.

Pengabdian Peter Letsoin dimulai sejak tahun 1983 saat bergabung dengan Klub AGFO 83 (Deptan). Ia kemudian memperkuat Persifa Junior pada 1984–1985, Garuda FC SMEA YAPIS Fakfak, hingga Diesel FC 86 pada 1986–1994. Tahun 1990 menjadi momentum penting ketika ia membela Persifa Fakfak Divisi II Zona Wilayah Irian Jaya di Jayapura, (31/1/2026).

Tak hanya sebagai pemain, Peter Letsoin juga dipercaya menjadi manajer dan pelatih Diesel FC 86. Pada tahun yang sama, ia sukses membawa timnya meraih juara turnamen antar klub se-Kabupaten Fakfak dalam rangka HUT RI ke-50. Ia juga pernah menjabat asisten pelatih Persifa dan berkontribusi membawa tim meraih juara Divisi II Zona Irian Jaya.

Pada tahun 1999, Peter Letsoin mendirikan Klub Torea Putra FC. Klub ini kemudian mencatat prestasi sebagai runner-up Divisi II Pengcab PSSI Fakfak tahun 2002. Selain itu, ia juga aktif sebagai wasit selama 27 tahun dan terlibat langsung dalam pengelolaan kompetisi PSSI Fakfak di berbagai periode kepengurusan.

Puncak pengabdiannya terjadi ketika Peter Letsoin dipercaya sebagai Pelaksana Tugas Ketua Umum Askab PSSI Kabupaten Fakfak pada periode 24 April hingga 31 Desember 2025.

Dalam pencalonannya sebagai Ketua Umum PSSI Fakfak, Peter Letsoin mengusung visi: Mewujudkan tata kelola sepak bola Kabupaten Fakfak yang berprestasi, profesional, dan berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa pembinaan sepak bola harus dimulai dari kampung dan distrik sebagai fondasi utama. Melalui kompetisi berjenjang, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta sinergi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan lembaga adat, ia optimistis sepak bola Fakfak dapat kembali bangkit dan berprestasi.

Moto yang diusungnya adalah: Satu Hati, Satu Tujuan Membangun Sepak Bola Fakfak. (IB).