BERITAPRESS.ID, PALEMBANG | Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melakukan kunjungan kerja ke Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang, Selasa (10/2/2026), untuk meninjau kesiapan Rumah Susun (Rusun) Mahasiswa yang baru selesai dibangun guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi.
Didampingi Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, dan Rektor Unsri, Prof. Dr. Taufik Marwa, Menko AHY memastikan bahwa infrastruktur yang bersumber dari pendanaan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) ini telah siap digunakan untuk menunjang kualitas belajar mahasiswa.
Dalam tinjauannya, Menko AHY memberikan apresiasi khusus terhadap desain bangunan yang ramah bagi penyandang disabilitas. Rektor Unsri, Prof. Dr. Taufik Marwa, menjelaskan bahwa dari total 43 kamar yang tersedia, terdapat 2 kamar khusus difabel yang dirancang dengan standar aksesibilitas tinggi.
”Kamar untuk penyandang disabilitas dirancang berbeda. Jika kamar reguler berisi empat tempat tidur, kamar difabel hanya diisi dua tempat tidur agar ruang gerak lebih luas. Fasilitas kamar mandi di dalamnya pun disesuaikan agar mereka bisa beraktivitas secara mandiri,” jelas Prof. Taufik.
Secara total, rusun ini mampu menampung 164 mahasiswa. Setiap kamar standar dilengkapi dengan fasilitas pendukung yang memadai untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menyebutkan bahwa kehadiran rusun ini adalah solusi konkret bagi mahasiswa, terutama mereka yang berasal dari luar kota atau memiliki keterbatasan ekonomi.
”Dengan biaya sewa yang sangat terjangkau, sekitar Rp200 ribu per bulan, hunian ini jauh lebih hemat dibandingkan rata-rata biaya kos di luar kampus. Ini adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam mendukung akses pendidikan,” ujar Herman Deru.
Berbeda dengan asrama pada umumnya, rusun ini memiliki peruntukan khusus. Pihak universitas menetapkan bahwa hunian ini tidak digunakan untuk masa tinggal permanen selama 4 tahun, melainkan diprioritaskan untuk:
Mahasiswa Internasional & Pertukaran Pelajar: Peserta program pengakuan kredit yang menetap selama satu semester.Pusat Pelatihan (Training Center): Mahasiswa yang sedang mempersiapkan diri untuk kompetisi membawa nama Unsri, seperti kafilah MTQ atau atlet yang bertanding dalam kejuaraan olahragah. Mahasiswa Luar Palembang: Sebagai hunian sementara yang mendukung mobilitas akademik.
Menko AHY menegaskan bahwa pembangunan hunian mahasiswa merupakan investasi jangka panjang bagi sumber daya manusia Indonesia. “Rumah susun mahasiswa seperti ini memungkinkan mahasiswa untuk lebih fokus menempuh pendidikan karena didukung fasilitas tempat tinggal yang layak dan representatif,” pungkasnya.
Laporan : Adi








































