Scroll untuk baca artikel
Pagaralam

Lomba Jingle Galeri Pelangi Meriahkan HKG PKK ke-56 di Pagar Alam

×

Lomba Jingle Galeri Pelangi Meriahkan HKG PKK ke-56 di Pagar Alam

Sebarkan artikel ini

BERITAPRESS.ID, PAGAR ALAM | Dalam rangka memeriahkan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-56 Tahun 2026, Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kota Pagar Alam menggelar Lomba Jingle Galeri Pelangi tingkat Kota Pagar Alam.

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Balai Pertemuan Rumah Dinas Wali Kota Pagar Alam, Rabu (7/10/2026).

Lomba dibuka langsung Wali Kota Pagar Alam H. Ludi Oliansyah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng Punjung Besemah bersama Ketua TP-PKK Kota Pagar Alam Hj. Hera Parianti Ludi, Wakil Wali Kota Pagar Alam Hj. Bertha serta Staf Ahli TP-PKK Kota Pagar Alam H. Dedy Suryadi Lagoan.

Lomba Jingle Galeri Pelangi diikuti lima TP-PKK kecamatan di Kota Pagar Alam. Masing-masing yakni TP-PKK Kecamatan Pagar Alam Utara, Pagar Alam Selatan, Dempo Selatan, Dempo Utara dan Dempo Tengah.

Ketua TP-PKK Kota Pagar Alam, Hj. Hera Parianti Ludi, menjelaskan bahwa Jingle Galeri Pelangi mengandung sejumlah pesan penting terkait pemberdayaan keluarga dan pembangunan masyarakat.

Menurutnya, jingle tersebut menggambarkan keluarga sebagai pondasi bangsa sekaligus unit awal dan pusat pembangunan generasi masa depan.

Selain itu, pesan yang disampaikan mencakup Indonesia yang cerdas dan mandiri, penguatan ekonomi dan koperasi, UP2K dan pemberdayaan koperasi, serta semangat gotong royong.

“Kalau disampaikan lewat lagu secara bersama-sama itu perlu latihan, perlu dihayati bersama. Jadi, pesan yang disampaikan itu, kita sebagai anggota PKK harus kompak dalam menjalankan tugas, demi bangsa dan negara, serta demi kesejahteraan keluarga,” ujar Hj. Hera Ludi.

Sementara itu, Wali Kota Pagar Alam H. Ludi Oliansyah berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga mampu mendorong lahirnya inovasi dan karya kreatif masyarakat Kota Pagar Alam.

Ia bahkan mendorong agar kreativitas yang dihasilkan dapat berkembang menjadi karya musik yang mencerminkan identitas daerah.

“Mudah-mudahan kegiatan ini mengeluarkan inovasi. Kalau bisa nanti dari lagu-lagu ini ada lagu kota daerah Kota Pagar Alam. Jangan hasil AI, kalau bisa hasil karya asli kita sendiri,” kata Ludi.

Menurutnya, untuk menghasilkan karya yang berkualitas dan benar-benar memiliki nilai kreativitas, diperlukan juri yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya.

“Maka itu diperlukan juri-juri yang kompeten di bidangnya ini,” pungkasnya. (09/PA)