Palembang

Lentera Hijau Sriwijaya Minta Ditpolairud Polda Sumsel Tegas Awasi Aktivitas di Perairan Sungai Musi

×

Lentera Hijau Sriwijaya Minta Ditpolairud Polda Sumsel Tegas Awasi Aktivitas di Perairan Sungai Musi

Sebarkan artikel ini

BERITAPRESS.ID, PALEMBANG | Aktivitas di wilayah perairan Sumatera Selatan kembali menjadi sorotan. Organisasi lingkungan Lentera Hijau Sriwijaya meminta aparat Ditpolairud Polda Sumsel untuk lebih tegas dalam melakukan pengawasan dan penegakan hukum di wilayah perairan, khususnya di sepanjang Sungai Musi.

Ketua Umum Lentera Hijau Sriwijaya, Febri Z.S, mengatakan bahwa selama ini banyak aktivitas di perairan Sumatera Selatan yang dinilai belum terpantau secara maksimal oleh publik maupun aparat penegak hukum.

Menurutnya, ada sejumlah dugaan aktivitas ilegal yang terjadi di wilayah perairan tersebut, mulai dari penyelundupan hingga kegiatan tambang yang tidak sesuai aturan.

“Banyak sekali aktivitas di perairan Sumatera Selatan yang patut menjadi perhatian serius. Kami menduga ada penyelundupan BBM ilegal hasil penyulingan dari wilayah Musi Banyuasin yang kemudian didistribusikan melalui jalur perairan,” ujar Febri.

Ia menambahkan, selain dugaan penyelundupan BBM ilegal, pihaknya juga menyoroti dugaan aktivitas penjualan batubara ilegal serta kegiatan galian C yang tidak memiliki izin resmi.

“Kami juga menduga adanya aktivitas penjualan batubara ilegal dan kegiatan galian C ilegal yang memanfaatkan jalur perairan sebagai sarana distribusi,” katanya.

Tidak hanya itu, Lentera Hijau Sriwijaya juga menyoroti keberadaan tongkang yang diduga beroperasi tidak sesuai prosedur serta maraknya bangunan liar di tepian sungai yang dinilai dapat membahayakan lalu lintas perairan.

“Selain itu, ada juga dugaan tongkang yang beroperasi tidak sesuai prosedur. Ditambah lagi banyak bangunan liar di tepian sungai yang mengganggu jarak pandang lalu lintas perairan. Ini tentu sangat berbahaya bagi keselamatan,” ungkapnya.

Berdasarkan berbagai temuan dan dugaan tersebut, Lentera Hijau Sriwijaya menilai wilayah perairan Sungai Musi perlu menjadi perhatian khusus aparat penegak hukum, khususnya Ditpolairud Polda Sumsel.

Febri menilai selama ini penegakan hukum di sektor perairan masih belum terlihat maksimal.

“Selama ini kami melihat Ditpolairud Polda Sumsel terkesan terlalu senyap dan tidak bergairah dalam melakukan penindakan terhadap berbagai aktivitas ilegal di perairan,” ujarnya.

Namun demikian, ia mengaku mengetahui bahwa saat ini telah terjadi pergantian pimpinan di Ditpolairud Polda Sumsel. Oleh karena itu, pihaknya berharap kepemimpinan yang baru dapat membawa perubahan dalam penegakan hukum di wilayah perairan.

“Kami mengetahui bahwa direktur Ditpolairud Polda Sumsel sudah berganti dengan yang baru. Besar harapan kami di bawah kepemimpinan beliau akan banyak kasus yang dapat diungkap sehingga semuanya menjadi terang benderang dan dapat ditindak secara tegas,” katanya.

Lebih lanjut, Lentera Hijau Sriwijaya menegaskan bahwa pihaknya bersama masyarakat siap mendukung langkah tegas aparat penegak hukum dalam memberantas berbagai aktivitas ilegal di perairan Sumatera Selatan.

“Kami dari Lentera Hijau Sriwijaya bersama seluruh lapisan masyarakat mendukung segala bentuk tindakan tegas dari aparat penegak hukum. Jangan takut terhadap intervensi dalam bentuk apa pun,” tegas Febri. (ril/lentera)