BERITAPRESS. ID, FAKFAK|Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Fakfak, Papua Barat, masih menghadapi kendala kekurangan air bersih yang telah berlangsung hampir tiga bulan, (11/10/2026).
Kondisi ini dipengaruhi menurunnya debit pengisian air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), sehingga pemenuhan kebutuhan air untuk menunjang pelayanan rumah sakit menjadi tantangan tersendiri.
Direktur RSUD Fakfak, Farid Fauzan Mahubessy, menjelaskan bahwa kebutuhan air bersih di rumah sakit mencapai sekitar 30.000 liter setiap hari. Namun, proses pemenuhan kebutuhan tersebut terkadang mengalami keterlambatan akibat keterbatasan pasokan dan antrean mobil tangki saat melakukan pengisian air.
Situasi tersebut menuntut pihak rumah sakit untuk terus melakukan berbagai upaya agar ketersediaan air tetap terjaga dan pelayanan kepada pasien dapat berjalan dengan baik.
Di tengah kondisi yang tidak mudah ini, Farid menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kepala Bidang Penunjang, Kepala Seksi Nonpenunjang, serta seluruh staf yang terus bekerja keras dan berjibaku di lapangan untuk memastikan kebutuhan air bersih di lingkungan rumah sakit tetap terpenuhi.
Menurutnya, kerja sama, dedikasi, dan tanggung jawab seluruh jajaran sangat dibutuhkan dalam menghadapi situasi tersebut, mengingat air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang menunjang operasional rumah sakit dan pelayanan kepada pasien.
Ia juga mengapresiasi semangat seluruh tim yang tetap menjalankan tugas di tengah keterbatasan, termasuk menghadapi kendala teknis dan antrean dalam proses pengisian air melalui mobil tangki.
“Terima kasih kepada Kepala Bidang Penunjang, Kepala Seksi Nonpenunjang, bersama seluruh staf yang telah berjibaku di lapangan untuk memenuhi kebutuhan air bersih RSUD Fakfak. Saya mengapresiasi kerja keras, dedikasi, dan kebersamaan seluruh tim dalam menjaga agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” demikian pesan apresiasi Direktur RSUD Fakfak.
Pihak RSUD Fakfak terus berupaya mengoptimalkan ketersediaan serta penggunaan air secara bijak agar kebutuhan pelayanan medis dan operasional rumah sakit tetap terpenuhi.
Melalui kondisi ini, manajemen RSUD Fakfak juga mengajak seluruh jajaran dan masyarakat untuk memahami tantangan yang sedang dihadapi serta mendukung upaya pemenuhan kebutuhan air bersih.
Di tengah kekurangan air yang berlangsung hampir tiga bulan, semangat dan kerja sama seluruh petugas menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Fakfak. (IB).
























