BERITAPRESS.ID, PALEMBANG | PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) memastikan kesiapan pasokan listrik nasional jelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah dalam kondisi aman dan andal. Komitmen ini ditegaskan dalam Apel Siaga Kelistrikan yang diikuti jajaran manajemen PLN secara daring bersama Direksi PLN.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasojo, dalam arahannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang menjaga keandalan listrik di seluruh Indonesia. Menurutnya, peran petugas PLN krusial agar masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan nyaman.
“Seluruh petugas PLN adalah garda terdepan yang memastikan terang tetap hadir di tengah masyarakat. Kami berharap amanah ini dijalankan dengan baik agar masyarakat dapat menikmati momen Idul Fitri dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Secara nasional, PLN mencatat kondisi kelistrikan dalam status sangat siap. Direktur Distribusi PLN, Arsyadhani Akmala Putri, menyebutkan total daya mampu pembangkit mencapai 52 gigawatt (GW), dengan proyeksi beban puncak selama masa siaga sebesar 35 GW. Dengan demikian, terdapat cadangan daya sekitar 17 GW atau 48 persen.
Untuk menjaga keandalan pasokan, PLN mengoperasikan sistem siaga berbasis digital dan real-time selama 24 jam melalui National Special Force. Sebanyak 72 ribu personel teknis disiagakan, didukung 4.901 mobil layanan dan 4.595 motor operasional. Selain itu, PLN juga menyiapkan 2.005 genset mobile, 1.349 gardu bergerak, serta 773 unit UPS yang ditempatkan di lokasi-lokasi strategis seperti bandara, stasiun, pelabuhan, rumah sakit, dan pusat layanan publik.
PLN juga menekankan aspek keselamatan dengan memperkuat koordinasi lintas instansi bersama Kepolisian, TNI, BPBD, serta pemerintah daerah.
“Seluruh infrastruktur telah dipersiapkan secara matang. Pasokan listrik dalam kondisi aman dan mencukupi untuk mendukung kenyamanan masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri,” kata Arsyadhani.
Dari sisi dukungan kendaraan listrik, Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menjelaskan bahwa PLN telah menyiapkan 1.681 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 994 lokasi di Jawa dan Bali. Sementara di Sumatera tersedia 530 SPKLU di 426 titik, meningkat signifikan hingga 170 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Peningkatan tidak hanya dari jumlah, tetapi juga kapasitas daya, sehingga diharapkan dapat memberikan kenyamanan lebih bagi pemudik pengguna kendaraan listrik,” ujarnya.
Khusus wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu, General Manager PLN UID S2JB, Adhi Herlambang, memastikan kondisi kelistrikan berada pada level sangat aman. Total daya mampu tercatat sebesar 5.212 megawatt (MW) dengan beban puncak 1.709 MW serta dukungan transfer energi ke grid Sumatera sebesar 1.000 MW. Dengan demikian, terdapat cadangan daya sebesar 2.503 MW atau sekitar 168 persen dari kebutuhan puncak.
PLN UID S2JB juga telah memetakan 81 lokasi vital dan VVIP dengan pengamanan pasokan listrik berlapis, baik dari sistem jaringan maupun dukungan UPS dan genset. Sebanyak 3.213 personel teknik disiagakan di 55 posko selama 24 jam dalam tiga shift, didukung 143 mobil dan 263 motor operasional.
Selain itu, disiapkan pula 59 unit gardu mobile, 25 genset, dan 11 UPS untuk mengantisipasi gangguan kelistrikan.
Dalam mendukung mobilitas pemudik kendaraan listrik di wilayah S2JB, PLN menyediakan 83 unit pengisian kendaraan listrik roda empat dan 40 unit untuk roda dua di 64 lokasi, termasuk tujuh titik di ruas Tol Lampung–Palembang.
Dengan berbagai langkah tersebut, PLN optimistis dapat menjaga keandalan pasokan listrik selama periode Ramadan hingga Idul Fitri, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas masyarakat di momen penting tahunan ini. (*)

















































