Pendidikan

Ikrar Sekolah Rakyat: Gus Ipul Ajak Mengasuh Anak Bangsa

×

Ikrar Sekolah Rakyat: Gus Ipul Ajak Mengasuh Anak Bangsa

Sebarkan artikel ini

SEJENAK, suasana Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur terasa berbeda.
Bukan karena tata ruang atau seragam para peserta, melainkan karena satu momen sederhana namun bermakna Ikrar Sekolah Rakyat.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau Gus Ipul, tidak sedang memberi kuliah panjang.
Ia mengajak para wali asrama dan wali asuh Sekolah Rakyat se-Jawa Timur berdiri.
Mereka mengangkat tangan dan mengucapkan ikrar bersama.
Isinya singkat, tetapi berat bekerja sungguh-sungguh dan sepenuh hati dalam mengasuh siswa.

Di hadapan 26 kepala sekolah, 91 wali asrama, dan 86 wali asuh, Gus Ipul menegaskan.
Sekolah Rakyat bukan sekolah biasa.
Program ini dirancang sebagai instrumen negara untuk pengentasan kemiskinan.
Pendidikan di sini terintegrasi dengan perlindungan dan pemberdayaan sosial.

Ikrar Sekolah Rakyat sebagai Komitmen Pengasuhan

Anak-anak di Sekolah Rakyat sering tidak terlihat.
Banyak orang tidak menyadari penderitaan mereka.
Selain itu, harapan adalah harta paling berharga bagi mereka.
Pendidik bertugas menjaga harapan itu tetap menyala.

Prof. Muhammad Nuh, Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, menyampaikan pesan senada.
Keberhasilan Sekolah Rakyat tergantung pada kesetiaan para pendidik.
Bukan sekadar menjalankan tugas administratif, tetapi mendampingi anak-anak dalam membentuk karakter dan kecakapan hidup.

Makna ikrar semakin terasa ketika siswa tampil di hadapan para undangan.
Mereka bernyanyi, membaca puisi, dan berpidato dalam berbagai bahasa.
Penampilan ini bukan sekadar hiburan.
Ini bukti bahwa anak-anak dari latar belakang sulit mampu tumbuh percaya diri dengan pendampingan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi atas keberanian dan prestasi siswa.
Dukungan Pemprov Jatim menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan program sesaat.
Ini komitmen jangka panjang untuk masa depan generasi muda.

Hingga kini, 166 Sekolah Rakyat rintisan telah berdiri di seluruh Indonesia.
Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah terbanyak, yakni 26 sekolah.
Angka ini bukan sekadar capaian administratif, tetapi tanggung jawab besar yang harus dijaga kualitas dan keberlanjutannya.


Ikrar Sekolah Rakyat mengingatkan bahwa mendidik bukan soal kurikulum dan fasilitas saja.
Yang paling penting adalah ketulusan, kesabaran, dan kesetiaan dalam mengasuh manusia.

Sekolah Rakyat adalah ruang harapan bagi anak-anak yang selama ini terpinggirkan.
Ikrar para pendidik menjadi fondasi moral agar pendidikan benar-benar menjadi jalan keluar dari kemiskinan.

Di tengah berbagai program dan kebijakan, Sekolah Rakyat menegaskan satu hal penting.
Ketika negara hadir dengan hati, pendidikan mampu mengubah arah hidup dan masa depan anak bangsa.(***)