BERITAPRESS. ID, FAKFAK|Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi seluruh prajurit untuk semakin memperkuat profesionalisme, kesiapsiagaan, soliditas, serta pengabdian kepada bangsa dan negara.
Hal tersebut disampaikan Danrem 182/Jazira Onim, Kolonel Inf Irwan Budiana, S.E., M.M., M.Han., saat memimpin Upacara Peringatan HUT ke-81 TNI di wilayah Korem 182/JO, Senin (5/10/2026).
Dalam upacara tersebut, Danrem 182/JO membacakan amanat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto yang menegaskan bahwa peringatan HUT ke-81 TNI bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat tekad seluruh prajurit dalam menjaga persatuan, menegakkan kedaulatan negara, serta melindungi seluruh kekayaan Nusantara.
“Kepercayaan rakyat yang tinggi kepada TNI merupakan hasil dari pengabdian yang telah kita berikan. Kepercayaan itu merupakan kehormatan bagi kita sekaligus amanah yang wajib kita jaga,” demikian amanat Panglima TNI yang dibacakan Danrem 182/JO.
Panglima TNI menekankan, penguatan TNI harus berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi, kesiapan dan profesionalisme prajurit sesuai bidang tugas masing-masing. Setiap sumber daya yang dipercayakan negara kepada TNI juga harus dimanfaatkan secara optimal dan dapat dipertanggungjawabkan dengan sebaik-baiknya.
Sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas dan pengabdian, Panglima TNI menitipkan lima nilai PRIMA kepada seluruh prajurit TNI, yakni Profesional, Responsif, Integratif, Modern dan Adaptif.
Profesional, prajurit dituntut menguasai tugas dan tanggung jawab, memelihara kemampuan melalui latihan yang sungguh-sungguh dan realistis, meningkatkan kompetensi, serta melaksanakan tugas dengan taat hukum dan penuh integritas.
Responsif, prajurit harus memiliki kepekaan terhadap setiap perubahan lingkungan tugas, mampu mengenali potensi ancaman sejak dini, serta bertindak cepat, tepat dan terukur ketika negara dan rakyat membutuhkan.
Integratif, TNI harus terus membangun sinergi dengan seluruh komponen bangsa agar kekuatan TNI menjadi bagian dari kekuatan nasional dalam menjaga stabilitas, mengawal pembangunan dan mendukung terwujudnya Indonesia yang semakin maju.
Modern, prajurit dituntut menguasai alat peralatan pertahanan dan keamanan serta teknologi yang menjadi tanggung jawab TNI. Seluruh kemampuan tersebut harus digunakan secara optimal dan terintegrasi untuk meningkatkan daya tangkal dan daya tempur yang nyata.
Sementara Adaptif, setiap penugasan dan pengalaman harus dijadikan sebagai bahan pembelajaran untuk mengembangkan inovasi serta menyesuaikan doktrin, pendidikan, latihan dan kemampuan dengan perkembangan ancaman yang semakin dinamis.
“Laksanakan kelima penekanan tersebut secara konsisten, sehingga PRIMA juga menjadi arah pengembangan kemampuan TNI dalam berpikir, bersikap dan bertindak, saat ini dan di masa yang akan datang,” tegas Panglima TNI.
Mengakhiri amanatnya, Panglima TNI mengajak seluruh prajurit dan ASN TNI untuk terus memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Peringatan HUT ke-81 TNI di wilayah Korem 182/JO diharapkan semakin memperkuat soliditas, sinergitas dan semangat pengabdian seluruh prajurit dalam menjaga keamanan wilayah, membantu masyarakat, serta mewujudkan TNI yang semakin Profesional, Responsif, Integratif, Modern dan Adaptif. (IB).































