BERITAPRESS.ID, PALEMBANG | Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam memastikan kelancaran arus mudik dan pelayanan masyarakat selama Idulfitri 1447 Hijriah.
Hal tersebut disampaikannya saat memimpin Rapat Koordinasi Lintas Sektoral kesiapan pelayanan Idulfitri 1447 Hijriah dengan tema “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” di Griya Agung, Palembang, Kamis (12/3/2026).
Rapat koordinasi tersebut membahas berbagai aspek kesiapan Operasi Ketupat Musi 2026, mulai dari kondisi jalur mudik, kesiapan transportasi, hingga pengamanan lintas sektor.
Herman Deru menegaskan bahwa koordinasi antarinstansi sangat penting untuk memastikan perjalanan masyarakat selama mudik Lebaran berlangsung aman dan nyaman.
“Kita berkumpul setelah apel Operasi Ketupat dilanjutkan dengan rapat koordinasi. Tidak boleh ada aspek yang terlewat, mulai dari keamanan hingga kenyamanan pemudik sampai ke tujuan,” ujar Herman Deru.
Ia menekankan bahwa pengamanan Lebaran tidak hanya berfokus pada lalu lintas, tetapi juga mencakup berbagai aspek pelayanan publik.
“Yang terpenting adalah kesiapan arus laut, darat, dan udara. Semua pihak diharapkan terbuka memberikan saran dan masukan demi memastikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” katanya.
Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho mengatakan Operasi Ketupat tidak hanya berkaitan dengan pengamanan lalu lintas, tetapi juga merupakan bentuk pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat yang merayakan Idulfitri.
Menurutnya, pelayanan tersebut harus diberikan kepada seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang.
Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya bersama Gubernur Sumsel telah meninjau sejumlah jalur tol di wilayah Musi Banyuasin untuk memastikan kesiapan jalur mudik.
Selain jalur arteri dan lintas provinsi, jalur tol dinilai menjadi alternatif penting bagi pemudik untuk mempercepat waktu tempuh perjalanan.
Dalam rapat tersebut juga dipaparkan sejumlah jalur utama yang menjadi perhatian selama arus mudik dan balik Lebaran, antara lain lintas tengah, lintas timur, dan jalur arteri Palembang–Jambi.
Selain itu, berbagai ruas tol seperti Palindra, Kapal, TBPPKA, Indrapra, dan Betajam juga menjadi bagian dari jalur strategis yang perlu mendapatkan perhatian khusus selama masa mudik.
Untuk mengantisipasi kemacetan dan potensi gangguan lalu lintas, kepolisian menyiapkan langkah-langkah strategis seperti edukasi tertib berlalu lintas, penempatan personel di titik rawan, rekayasa lalu lintas, serta pembentukan tim kontingensi.
Dinas Perhubungan Sumsel juga menyiapkan Posko Angkutan Lebaran 2026 guna memantau pergerakan transportasi selama masa mudik dan arus balik.
Diperkirakan arus mudik mulai meningkat pada 13–16 Maret 2026 dengan puncak arus mudik terjadi pada 17 Maret 2026. Sementara puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 28–29 Maret 2026.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri jajaran pemerintah daerah, unsur TNI-Polri, serta berbagai instansi terkait yang terlibat dalam pengamanan dan pelayanan masyarakat selama masa mudik Lebaran. (*)















































