PALI

Gorong-gorong Jebol, Akses Dua Desa di Penukal Abab Lematang Ilir Terputus, Petani Karet Terdampak

×

Gorong-gorong Jebol, Akses Dua Desa di Penukal Abab Lematang Ilir Terputus, Petani Karet Terdampak

Sebarkan artikel ini

BERITAPRESS.ID, PALI | Akses jalan di wilayah Paye Besok, Desa Betung Barat, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dilaporkan terputus akibat gorong-gorong yang jebol. Kerusakan tersebut terjadi sejak sekitar tiga hari terakhir dan berdampak langsung terhadap aktivitas warga.

Jalan yang rusak itu merupakan penghubung antara Desa Betung Barat dan Desa Gunung Menang, Kecamatan Penukal. Selain menjadi jalur antar desa, akses tersebut juga menjadi sentral mobilitas masyarakat menuju kebun-kebun karet yang menjadi sumber penghasilan utama warga.

Kepala Desa Betung Barat, Rozali, saat dikonfirmasi Senin (23/2/2026), membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab jebolnya gorong-gorong yang mengakibatkan badan jalan terputus.

“Rusak atau putusnya akses jalan ini sudah sekitar tiga hari yang lewat. Kita tidak tahu apa penyebabnya, karena jalan ini merupakan jalan penghubung Desa Betung Barat dan Desa Gunung Menang, Kecamatan Penukal,” ujar Rozali.

Menurutnya, kerusakan tersebut sangat memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat. Mayoritas warga Desa Betung Barat berprofesi sebagai petani karet yang setiap hari melintasi jalur itu untuk menuju kebun.

“Jalan ini juga merupakan sentral bagi warga menuju kebun-kebun karet yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat Desa Betung Barat,” katanya.

Keluhan juga disampaikan warga setempat yang merasa kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari akibat putusnya akses tersebut. Tia, salah satu warga, berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk memperbaiki jalan itu.

“Kami kesusahan untuk ke kebun, mohon pemerintah untuk segera perbaiki jalan ini,” ungkapnya.

Warga menilai jalan tersebut merupakan urat nadi perekonomian masyarakat. Jika tidak segera diperbaiki, kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada penurunan pendapatan warga yang bergantung pada hasil kebun karet.

Pemerintah desa pun berharap adanya perhatian dan respons cepat dari pemerintah daerah maupun instansi terkait untuk segera melakukan perbaikan.

Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Kabupaten PALI, H. Ristanto Wahyudi, ST, MT, merespons cepat laporan tersebut. Ia mengatakan pihaknya akan segera menurunkan tim untuk mengecek kondisi di lapangan.

“Tim akan cek kesana, dan menilai kondisi untuk mengambil langkah penanganan,” ujarnya.

Laporan: Candra